AI Mampu Jadi Pengungkit Kemampuan dan Produktivitas Kerja Manusia
- 17 Sep 2026 09:47 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai dapat menjadi pengungkit kemampuan manusia sekaligus mendorong terciptanya pekerjaan yang lebih berkualitas di Indonesia. Pendekatan ini menjadi bagian dari gagasan Indonesia Human Capital & AI Employment Masterplan 2045, yang menempatkan manusia sebagai pusat transformasi ekonomi.
Analis Kebijakan Independen, Harry Waluyo, mengatakan perkembangan AI perlu diikuti dengan penguatan pendidikan, keterampilan, industri, dan sistem pasar kerja. Menurutnya, AI tidak semata-mata dipandang sebagai teknologi yang menggantikan manusia, tetapi sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas manusia.
| Baca juga: Otak Tetap Aktif saat Kita Tidur |
Dalam masterplan tersebut, AI disebut lebih mungkin mengubah atau melengkapi sebagian tugas pekerjaan dibandingkan menggantikan keseluruhan pekerjaan. Karena itu, kemampuan manusia seperti kreativitas, empati, pertimbangan, tanggung jawab, dan pengambilan keputusan tetap memiliki peran penting dalam dunia kerja.
Harry Waluyo menjelaskan, Indonesia memiliki modal besar melalui bonus demografi, jumlah penduduk yang besar, pasar domestik yang luas, serta generasi muda yang semakin akrab dengan teknologi. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui keterhubungan antara pendidikan, keterampilan, industri, pekerjaan, produktivitas, dan peningkatan pendapatan.
Ia menambahkan, salah satu pendekatan yang ditawarkan adalah membangun sistem National Skills Intelligence untuk membaca kebutuhan keterampilan, perkembangan sektor industri, serta perubahan permintaan tenaga kerja. Dengan demikian, kebijakan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia dapat semakin berbasis pada kebutuhan dunia kerja.
Masterplan juga menekankan pentingnya reskilling dan upskilling, sehingga pekerja memiliki kesempatan untuk beradaptasi ketika terjadi perubahan teknologi. Prinsipnya, tidak ada pekerja yang ditinggalkan hanya karena perkembangan teknologi.
Menurut Harry Waluyo, penguatan literasi AI juga perlu dilakukan secara luas karena tidak semua orang harus menjadi programmer atau ahli AI. Literasi tersebut dapat disesuaikan dengan peran masing-masing, mulai dari pemahaman dasar AI bagi masyarakat hingga kemampuan teknis bagi para spesialis dan profesional AI.
Melalui pendekatan tersebut, transformasi AI diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tujuan akhirnya adalah memastikan setiap generasi memiliki kesempatan untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, bekerja secara produktif, dan beradaptasi dengan perubahan teknologi menuju Indonesia 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....