Link and Match 2.0 Dorong Talenta Industri

  • 16 Sep 2026 23:46 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri dinilai perlu diperluas agar tidak hanya berfokus pada kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan pekerjaan. Analis Kebijakan Independen, Harry Waluyo, menjelaskan, konsep Link and Match 2.0 mendorong sistem pendidikan dan ekonomi terhubung dalam rantai nilai sumber daya manusia, mulai dari pendidikan, riset, teknologi, pekerjaan, modal hingga pasar.

Menurut Harry, sistem link and match yang matang tidak cukup hanya melalui kurikulum, program magang, career fair, maupun nota kesepahaman atau MoU. Talenta yang dihasilkan pendidikan harus mampu digunakan untuk menyelesaikan persoalan nyata di dunia industri.

“MoU adalah LINK. Proyek nyata yang selesai adalah MATCH. Teknologi yang dipakai perusahaan adalah CONVERT,” demikian kerangka yang dijelaskan dalam White Paper Link & Match 2.0.

Harry menyebut, tahap berikutnya adalah memastikan solusi yang dihasilkan dapat digunakan secara luas dan memberikan dampak terhadap produktivitas maupun inovasi. Kerangka tersebut menggunakan konsep Human Capital Value Chain, yakni Input, Process, Output, Outcome, Impact, dan Reinvestment.

Dalam kerangka itu, keluaran pendidikan tidak lagi hanya diukur berdasarkan jumlah lulusan. Output juga mencakup kemampuan atau capability, kekayaan intelektual, prototipe, perusahaan rintisan, hingga solusi yang dapat diterapkan.

Sementara itu, keberhasilan pada tahap outcome dapat dilihat dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan upah, produktivitas dan adopsi teknologi. Harry menilai pendekatan tersebut penting bagi Indonesia di tengah perubahan teknologi seperti kecerdasan buatan, otomasi, digitalisasi, manufaktur maju dan transisi energi.

Karena itu, dunia industri tidak hanya ditempatkan sebagai pengguna lulusan, tetapi juga sebagai pihak yang ikut merancang pendidikan, mendukung riset serta memberikan sinyal kebutuhan keterampilan kepada lembaga pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....