Kisah Inspirasi Annake Latuihamallo, Penyiar RRI Ambon Era 70- an
- 16 Sep 2026 15:43 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon — Perjalanan panjang Radio Republik Indonesia (RRI) Ambon tak lepas dari dedikasi para penyiarnya di masa lalu. Salah satunya adalah Annake Sarce Latuihamallo, mantan penyiar senior RRI Ambon yang mulai mengabdikan dirinya sejak 1970-an.
Annake mengawali kariernya di RRI Ambon pada tahun 1975, sesaat setelah ia menyelesaikan pendidikan di bangku SMA. Kala itu, ia masuk bersama sekitar 45 orang angkatannya guna memenuhi kuota penerimaan dari RRI Pusat.
"Mulai masuk, saya langsung tes penyiaran oleh senior-senior, lalu standby sebagai penyiar. Cukup lama saya bertugas di bagian siaran," ujar Annake saat mengenang awal perjalanannya di studio RRI Ambon.
Bagi Annake, menjadi seorang penyiar bukan sekadar berbicara di depan mikrofon, melainkan mengasah kemampuan berkomunikasi dengan bahasa yang baik, benar, dan lugas agar dapat dipahami oleh pendengar dari berbagai kalangan usia.
"Bagaimana kita belajar berkomunikasi dengan bahasa yang bisa dimengerti oleh audiens dari anak-anak sampai orang tua. Itu sangat penting bagi seorang penyiar, bagaimana kita membangun komunikasi sehingga pendengar merasa diajak untuk mendengar apa yang disampaikan," katanya.
Sepanjang masa baktinya, dinamika tugas membawa Annake berpindah dari studio siaran ke bagian Layanan Penyiaran Publik (LPU), sebelum akhirnya kembali ke penyiaran dan mengakhiri masa tugasnya (pensiun) di LPU.
Berbekal pengalaman puluhan tahun, Annake membagikan pesan mendalam bagi para generasi penerus di RRI Ambon. Menurutnya, rasa cinta terhadap pekerjaan adalah kunci utama profesionalisme.
"Ketika kita melakukan aktivitas di mana pun, belajarlah mencintai pekerjaan. Anggap ini sebuah kebutuhan untuk melakukan hal yang baik, bukan sekadar datang karena tugas," ujarnya.
Di momen peringatan Hari Radio ini, Annake turut menyampaikan apresiasi atas perkembangan fisik dan kemajuan fasilitas yang dialami RRI Ambon saat ini. Namun, ia juga berharap kemajuan teknologi dan zaman tetap diimbangi dengan tingkat kedisiplinan pegawai serta kekompakan dalam bertugas. Dirgahayu Radio Republik Indonesia, Sekali di Udara Tetap di Udara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....