Hari Kunjung Perpustakaan, Momentum Meningkatkan Minat Baca Masyarakat

  • 13 Sep 2026 10:41 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Hari Kunjung Perpustakaan diperingati setiap 14 September sebagai momentum untuk meningkatkan minat baca dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perpustakaan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan, penyebaran informasi, dan pengembangan pengetahuan.

Dikutip dari situs Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, penetapan Hari Kunjung Perpustakaan berawal dari Surat Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 020/A1/VIII/1995 tentang Usulan Pencanangan Hari Kunjung Perpustakaan. Surat tersebut ditujukan kepada Presiden Soeharto pada 11 Agustus 1995.

Usulan itu kemudian diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 14 September 1995. Penetapan tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya mendorong masyarakat agar lebih dekat dengan perpustakaan dan menjadikan kegiatan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Gagasan pencanangan Hari Kunjung Perpustakaan tidak terlepas dari ide Kepala Perpustakaan Nasional pertama, Mastini Hardjoprakoso. Pemikiran tersebut turut memperkuat pentingnya perpustakaan sebagai sarana untuk meningkatkan budaya baca dan memperluas akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan.

Dalam tulisannya di Majalah Himpunan Perpustakaan Chusus Indonesia (HPCI), Mastini menyinggung bahwa Indonesia pernah menjadi negara yang produktif dalam menerbitkan berbagai judul buku. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi literasi dan penerbitan memiliki sejarah penting dalam perkembangan pengetahuan di Indonesia.

Semangat meningkatkan budaya baca juga berkaitan dengan perhatian Presiden pertama Indonesia, Soekarno, terhadap dunia pendidikan dan literasi. Soekarno mendukung penerbitan buku, aktivitas membaca, serta pemberantasan buta huruf sebagai bagian dari prioritas pembangunan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....