Kapolda-Pangdam Turun Langsung Redam Bentrok Lisabata-Patahuwe

  • 12 Sep 2026 11:42 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto bersama Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto turun langsung ke Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), untuk memastikan situasi pasca insiden antara warga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe tetap terkendali.

Kapolda Maluku dan Pangdam XV/Pattimura bersama rombongan pejabat utama Polda Maluku dan Kodam XV/Pattimura tiba di Desa Patahuwe, Sabtu (12/9/2026) dini hari.

Kehadiran dua pimpinan institusi TNI-Polri tersebut merupakan langkah cepat untuk meredam ketegangan sekaligus mencegah konflik berkembang dan meluas di tengah masyarakat.

Setibanya di Patahuwe sekitar pukul 02.20 WIT, Kapolda dan Pangdam langsung meninjau sejumlah rumah warga yang terbakar serta melihat kondisi masyarakat yang terdampak.

Keduanya kemudian menggelar pertemuan bersama Kepala Desa Lisabata dan Kepala Desa Patahuwe di Kantor Camat Taniwel. Pertemuan turut melibatkan unsur pemerintah daerah serta jajaran terkait guna mencari langkah penyelesaian yang cepat, aman dan tidak memperluas persoalan.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Maluku meminta masyarakat kedua desa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun pihak-pihak yang berpotensi memperkeruh situasi.

Kapolda juga meminta masing-masing kepala desa atau raja mengambil peran aktif untuk menenangkan masyarakat dan membangun komunikasi cepat apabila terjadi persoalan di lapangan.

“Masing-masing raja harus menenangkan masyarakatnya. Kita harus sama-sama menjaga situasi agar tetap aman. Jangan sampai ada orang yang memprovokasi atau orang-orang yang tidak menginginkan Maluku ini aman,” tegas Dadang.

Kepada masyarakat Patahuwe, Kapolda juga meminta agar tetap bersabar dan tidak melakukan tindakan yang justru dapat memperbesar persoalan.

Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan komunikasi yang baik, bukan dengan tindakan yang berpotensi merugikan masyarakat sendiri.

“Saya minta masyarakat Patahuwe bersabar. Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Mari kita jaga bersama keamanan dan persaudaraan,” ujarnya.

Kapolda juga memberikan perhatian terhadap penyebaran informasi di ruang publik, khususnya melalui media sosial.

Ia meminta media mengedepankan peace journalism atau jurnalisme damai dalam memberitakan situasi Lisabata-Patahuwe dengan menggunakan bahasa yang sejuk dan tidak provokatif.

“Kepada media, agar mengedepankan peace journalism atau jurnalisme damai dengan menggunakan kata-kata yang dingin. Jangan menggunakan kata-kata yang justru membuat situasi semakin panas,” kata Dadang.

Menurutnya, informasi yang tidak terverifikasi serta narasi provokatif berpotensi memperbesar kesalahpahaman dan memicu reaksi lanjutan di tengah masyarakat.

Kapolda menegaskan keamanan Maluku merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat pun diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

Senada dengan Kapolda, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menegaskan bahwa kehadiran dirinya bersama Kapolda di Taniwel merupakan bentuk kepedulian langsung terhadap masyarakat.

“Kami hadir di sini karena sayang kepada masyarakat. Jangan sampai persoalan ini berkembang dan menimbulkan keresahan yang lebih luas,” tegas Dody.

Pangdam mendorong penyelesaian persoalan dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan semangat gotong royong, termasuk membantu masyarakat yang rumahnya terdampak.

Ia juga meminta para kepala desa dan tokoh masyarakat memberikan pemahaman kepada warga agar tidak mengambil tindakan sendiri yang justru dapat memperpanjang persoalan.

Kapolda Maluku dan Pangdam XV/Pattimura menegaskan penanganan situasi di Taniwel dilakukan secara bersama-sama antara TNI, Polri dan pemerintah daerah.

Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama juga meminta seluruh masyarakat kedua desa menghentikan tindakan maupun penyebaran narasi yang dapat memperkeruh keadaan.

Pemerintah daerah, kata dia, akan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak sekaligus mendorong penyelesaian persoalan secara damai.

Sementara itu, proses penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana yang terjadi tetap berjalan. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....