LAPPAN Maluku Dorong Kepemimpinan Perempuan dalam Aksi Dekarbonisasi

  • 10 Sep 2026 20:04 WIB
  •  Ambon

‎RRI.CO.ID, Ambon- Yayasan Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LAPPAN) Maluku mendorong penguatan kepemimpinan perempuan komunitas dalam menghadapi perubahan iklim melalui inisiatif dekarbonisasi yang berkeadilan dan responsif gender.

‎Direktur Yayasan LAPPAN Maluku, Bay Hajar Tualeka, mengatakan kegiatan Gender Transformatif dan Inisiatif Dekarbonisasi yang Dipimpin Perempuan Komunitas di Kota Ambon menjadi ruang pembelajaran sekaligus untuk memperkenalkan berbagai pengalaman perempuan dalam menginisiasi upaya dekarbonisasi di tingkat komunitas.

‎Menurutnya, pengalaman tersebut penting untuk menjadi pembelajaran bagi pemerintah dan berbagai pihak dalam merancang program perubahan iklim yang melibatkan perempuan secara aktif.

‎“Dampak perubahan iklim sangat besar dirasakan perempuan. Karena itu, partisipasi dan kepemimpinan perempuan perlu diperkuat, termasuk melalui dukungan anggaran yang responsif gender,” kata Bay Hajar, Kamis, 10 September 2026.

‎Ia menjelaskan, perempuan di sejumlah komunitas telah melakukan berbagai upaya adaptasi dan mitigasi risiko bencana, sekaligus memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

‎Upaya tersebut antara lain melalui pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya, tenaga angin, dan mikrohidro yang dinilai dapat membantu mengurangi emisi karbon sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat.

‎Salah satu inisiatif yang didorong LAPPAN adalah pemanfaatan panel surya oleh perempuan nelayan di komunitas Silale untuk mendukung penyediaan air bersih.

‎Bay berharap inisiatif tersebut mendapat dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku, pemerintah desa melalui dana desa, maupun pihak swasta.

‎“Kita berharap inisiatif perempuan, termasuk perempuan nelayan Silale dalam penggunaan panel surya untuk mendapatkan air bersih, dapat didukung penganggarannya sehingga bisa berkelanjutan,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, kolaborasi pemerintah, komunitas, kelompok perempuan, kelompok disabilitas, sektor swasta dan berbagai pihak lainnya diperlukan untuk memastikan upaya menjaga ekosistem dan menghadapi perubahan iklim berjalan secara berkelanjutan dan berkeadilan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....