Dari Gebetan jadi Crush, Kenapa Kita Makin Sering Pakai Istilah Asing?
- 26 Agt 2026 17:12 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID. Ambon — Perubahan zaman turut memengaruhi cara masyarakat menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Sejumlah istilah yang sebelumnya umum digunakan kini semakin populer dengan istilah baru, seperti gebetan yang kerap disebut crush, barang bekas dengan istilah preloved, serta aktivitas membeli barang bekas yang dikenal dengan istilah thrifting.
Fenomena penggunaan istilah asing tersebut semakin mudah ditemukan di media sosial, terutama di kalangan generasi muda. Balai Bahasa Provinsi Maluku menjelaskan, perubahan penggunaan kosakata merupakan hal yang wajar karena bahasa terus berkembang secara dinamis.
Perubahan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya kemudahan akses informasi, perkembangan industri, serta penggunaan media sosial. Selain itu, penggunaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, dalam komunikasi kerap dipandang lebih kekinian dan prestisius.
Di era digital, kata-kata dapat dengan cepat menjadi populer karena sering digunakan di media sosial. Balai Bahasa Provinsi Maluku menegaskan, kemunculan istilah-istilah populer tersebut tidak serta-merta menggeser keberadaan bahasa Indonesia.
Sejumlah istilah yang berasal dari bahasa Inggris sebenarnya telah memiliki padanan dalam bahasa Indonesia, namun penggunaannya masih relatif terbatas dan belum banyak disebarluaskan. Balai Bahasa Provinsi Maluku juga menjelaskan bahwa bahasa Indonesia memiliki cara dalam pembentukan istilah, yakni melalui pemadanan, penyerapan, dan penerjemahan.
Ketiganya dilakukan dengan mencari atau membentuk istilah yang memiliki makna dan fungsi setara dengan istilah asing, baik melalui pembentukan padanan, penyerapan unsur bahasa asing maupun daerah, maupun penerjemahan tanpa mengubah makna aslinya.
Dalam upaya memperkenalkan padanan istilah asing yang sesuai dengan perkembangan zaman, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, termasuk Balai Bahasa Provinsi Maluku, menghadirkan laman PASTI atau Padanan Istilah Asing.
Melalui laman tersebut, masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mencari padanan istilah asing, termasuk istilah populer masa kini, sekaligus mengusulkan padanan istilah baru.
Balai Bahasa Provinsi Maluku mengingatkan generasi muda agar bijak menggunakan bahasa sesuai konteks. Penggunaan dan pembelajaran bahasa asing tetap penting, tetapi harus ditempatkan secara tepat dan tidak berlebihan, atau yang disebut xenoglosofilia, sehingga tidak membuat masyarakat melupakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah.
Sebagaimana prinsip Trigatra Bangun Bahasa, masyarakat diingatkan untuk mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.
Fenomena perubahan istilah di era digital menunjukkan bahwa bahasa terus berkembang mengikuti dinamika masyarakat. Perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan sikap bijak dan kebanggaan dalam menggunakan bahasa Indonesia.
Penulis : Nursam Kolly
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....