FPIK Unpatti Perkuat Kapasitas Perempuan Pesisir Assilulu

  • 23 Agt 2026 17:51 WIB
  •  Ambon

‎RRI.CO.ID, Ambon- Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pattimura memperkuat kapasitas perempuan pesisir Negeri Assilulu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Kamis, 20 Agustus 2026 lalu.

‎Kegiatan yang berlangsung di Baileo Negeri Assilulu tersebut diikuti 23 peserta yang terdiri dari jibu-jibu, penadah atau pengepul ikan, serta kader posyandu. Kegiatan menjadi bagian dari rangkaian FPIK Menuju Desa Binaan dalam rangka Dies Natalis Ke-44 FPIK Universitas Pattimura.

‎Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat berbagai materi yang berkaitan langsung dengan aktivitas perempuan pesisir, mulai dari penanganan ikan pascapenangkapan, pemanfaatan limbah perikanan, hingga literasi digital dan keuangan.

‎Prof. Dr. Ir. Fredrik Rieuwpassa dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan memberikan edukasi mengenai teknik penanganan ikan agar tetap segar dan berkualitas hingga dipasarkan kepada konsumen.

‎Materi lainnya disampaikan Prof. Dr. Ir. Trijunianto Moniharapon, mengenai teknik atong serta Ir. Theodora E.A.A. Matrutty, yang memperkenalkan pemanfaatan sisik ikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai guna hasil perikanan.

‎Sementara itu, Kesya Pattimukay, memberikan materi literasi digital dan keuangan untuk membantu perempuan pesisir mengelola keuangan rumah tangga maupun usaha serta memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas ekonomi.

‎Aspek lingkungan juga menjadi perhatian melalui materi yang disampaikan Nur Tasmiah Sirajuddin, mengenai peran perempuan dalam pengelolaan sampah pesisir. Perempuan dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong kebiasaan memilah, mengurangi, dan mengelola sampah sejak dari rumah.

‎Kegiatan berlangsung interaktif dengan peserta turut berbagi pengalaman mengenai pengelolaan dan pemasaran ikan, keuangan keluarga maupun usaha, serta persoalan lingkungan di wilayah pesisir.

‎Salah satu peserta, Susanti Kibas, menilai materi yang diberikan relevan dengan kehidupan sehari-hari perempuan pesisir dan diharapkan dapat diterapkan untuk mendukung aktivitas mereka.

‎Melalui kegiatan ini, FPIK Unpatti menegaskan perempuan sebagai bagian penting dalam pengembangan Desa Binaan Assilulu, terutama dalam rantai nilai perikanan, penguatan ekonomi keluarga, serta pengelolaan lingkungan pesisir secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....