Subuh Berteman Sapu Lidi, Perjuangan Mama Eta Hidupi Keluarga

  • 21 Agt 2026 10:20 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, AMBON – Usia boleh senja, tetapi semangat untuk mengadu nasib demi keluarga tidak pernah surut. Hal inilah yang ditunjukkan Margaretha Atjas (75 tahun), atau yang akrab disapa Mama Eta, seorang buruh penyapu jalan yang saban hari menjaga kebersihan di kawasan Lapangan Merdeka, Kota Ambon.

Sejak subuh, sekitar pukul 04.30 WIT, Mama Eta sudah beranjak dari kediamannya di kawasan Batu gajah. Berteman sapu lidi, janda beranak dua ini konsisten membersihkan area lingkar Lapangan Merdeka hingga jam kerjanya usai.

Pekerjaan melingkupi sapu jalan ini telah dilakoninya sejak tahun 1999—tak lama setelah konflik kerusuhan di Maluku mereda. Selama lebih dari dua dekade, dari hasil menyapu jalan inilah ia mampu menghidupi keluarga, menyekolahkan dua anaknya hingga tamat SMA, bahkan kini mendampingi 5 orang cucu.

"Beta (saya) menyapu jalan dari jam setengah lima pagi, Senin sampai Sabtu. Kalau hari Minggu itu hari Tuhan, beta tidak kerja karena harus ibadah," ujar Mama Eta saat ditemui di sela-sela aktivitasnya di Lapangan Merdeka, Ambon Jumat, 21 Agustus 2026.

Wanita kelahiran 1950 asal Larat, Kabupaten Tanimbar ini mengaku tetap bersyukur karena diberikan kesehatan jasmani hingga di usianya yang telah melewati tiga perempat abad. Bagi Mama Eta, pekerjaan ini bukan sekadar mengais rezeki untuk bertahan hidup, melainkan bentuk pengabdian tulus untuk menjaga kebersihan Kota Ambon.

Semangat dan kegigihan Mama Eta menjadi potret nyata ketangguhan perempuan Maluku yang tidak menyerah pada keadaan, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat Kota Ambon akan pentingnya menghargai setiap tetes keringat para pekerja kebersihan kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....