Polri Perkuat Kesiapan Jaga Perairan di Maluku
- 16 Agt 2026 17:45 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku memperkuat kesiapan pengamanan wilayah perairan guna menjaga keamanan laut, melindungi aktivitas masyarakat pesisir, sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah perairan Maluku. Komitmen tersebut ditegaskan Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman saat meninjau Kapal Polisi (KP) Yudistira-8003 di Dermaga Kapal Perikanan Tantui, Ambon, Jumat (14/8/2026).
Peninjauan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 09.00 WIT itu dilakukan bersama Kapten KP Yudistira-8003 AKBP Agung Hendri Susanto. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengecekan kesiapan armada, sarana pendukung, serta personel dalam menjalankan tugas pengamanan wilayah perairan Maluku.
Sebagai provinsi kepulauan, wilayah laut memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Maluku. Aktivitas pelayaran, perikanan, transportasi laut hingga mobilitas masyarakat antarpulau menjadikan keamanan perairan sebagai aspek yang harus mendapat perhatian serius.
Wakapolda Maluku menegaskan, kesiapan armada merupakan bagian penting dari kemampuan Polri menghadirkan keamanan hingga ke wilayah perairan. “Kesiapan kapal polisi bukan hanya menyangkut kesiapan sarana operasional, tetapi juga kesiapan personel dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengamanan kepada masyarakat di wilayah perairan. Maluku adalah provinsi kepulauan, sehingga kehadiran Polri di laut harus benar-benar mampu menjawab karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Menurut Arif, keberadaan KP Yudistira-8003 harus dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta merespons cepat berbagai potensi gangguan di laut. Dalam peninjauan tersebut, Wakapolda memeriksa kondisi kapal, kelengkapan sarana pendukung, serta kesiapan personel yang mengawaki armada tersebut.
Ia menekankan, kesiapan operasional harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari kondisi kapal, perlengkapan, kemampuan personel hingga pola koordinasi saat bertugas di lapangan. “Kapal harus dalam kondisi siap digunakan kapan pun dibutuhkan. Namun yang tidak kalah penting adalah kesiapan personel. Kemampuan mengoperasikan sarana, memahami medan, menjaga keselamatan, serta membangun koordinasi dengan satuan lain harus menjadi satu kesatuan dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Arif juga meminta seluruh personel yang mengawaki kapal menjaga disiplin, profesionalitas, keselamatan dan kesiapsiagaan selama menjalankan tugas. Ia menilai, kehadiran armada kepolisian di laut harus mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi dan kehidupannya pada wilayah perairan.
Wakapolda menegaskan, pengamanan laut tidak dapat dilakukan Polri secara sendiri-sendiri. Luasnya wilayah perairan Maluku serta kompleksitas aktivitas di laut membutuhkan koordinasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Pengamanan wilayah perairan membutuhkan sinergi. Polri harus membangun koordinasi yang kuat dengan seluruh stakeholder terkait agar setiap potensi gangguan dapat dideteksi dan ditangani secara cepat, tepat dan terukur,” katanya. Ia menambahkan, pola pengamanan harus terus menyesuaikan perkembangan situasi dan karakteristik wilayah Maluku yang luas serta terdiri atas banyak pulau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....