Polda Maluku Salurkan 26 Mesin Katinting untuk Nelayan Pesisir

  • 16 Agt 2026 17:44 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — Kepolisian Daerah Maluku memperkuat dukungan terhadap ekonomi masyarakat pesisir melalui program “Polda Maluku Hadir untuk Nelayan”.

Sebanyak 26 unit mesin katinting disalurkan kepada kelompok nelayan di sejumlah wilayah Maluku. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas nelayan tradisional sekaligus memperkuat ekonomi keluarga pesisir.

Penyerahan bantuan berlangsung di Batu Kuda Beach, Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Jumat (14/8/2026), dan dipantau langsung Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol. Ronald Reflie Rumondor. Kegiatan ini turut dihadiri Dir Binmas Polda Maluku Kombes Pol. Hujra Soumena, Raja Negeri Tulehu, Bhabinkamtibmas Negeri Tulehu, serta perwakilan kelompok nelayan.

Program yang mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Pesisir yang Sejahtera dan Indonesia yang Tangguh” tersebut menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial dan keamanan dari tingkat paling bawah.

Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol. Ronald Reflie Rumondor mengatakan, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut Ronald, masyarakat pesisir memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial dan ekonomi Maluku sebagai provinsi kepulauan. Karena itu, penguatan kapasitas nelayan menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat yang produktif, mandiri, dan tangguh.

“Polri harus hadir bukan hanya ketika masyarakat menghadapi persoalan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan. Program ini merupakan bentuk kehadiran Polri untuk membantu masyarakat pesisir agar semakin produktif dan mampu memperkuat ekonomi keluarganya,” ujar Ronald.

Ia meminta bantuan tersebut dikelola secara bertanggung jawab dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama kelompok nelayan.

“Bantuan ini bukan sekadar pemberian sarana, tetapi harus menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas. Kami berharap mesin yang diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi nelayan dan keluarganya,” katanya.

Sebanyak 26 unit mesin katinting diserahkan kepada kelompok nelayan dari sejumlah negeri dan desa. Bantuan itu diarahkan untuk menunjang mobilitas nelayan dalam menjalankan aktivitas penangkapan ikan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di laut.

Bagi masyarakat pesisir, ketersediaan sarana operasional menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang aktivitas ekonomi. Dengan dukungan mesin tersebut, nelayan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan memperkuat pendapatan keluarga.

Sementara itu, Dir Binmas Polda Maluku Kombes Pol. Hujra Soumena mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat pesisir, khususnya nelayan tradisional yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.

“Bantuan ini kami berikan untuk membantu kelompok nelayan dalam menjalankan aktivitasnya di laut. Harapannya, mesin katinting ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas dan membantu kesejahteraan keluarga nelayan,” ujar Hujra.

Hujra juga mengingatkan penerima agar mengelola bantuan secara bersama dan menggunakannya sesuai tujuan.

Menurut Ronald, penguatan ekonomi masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan terciptanya stabilitas sosial dan keamanan lingkungan.

Masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi produktif dan akses terhadap sarana pendukung yang memadai dinilai memiliki daya tahan sosial lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Karena itu, pendekatan pemeliharaan keamanan, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.

“Keamanan dan kesejahteraan memiliki keterkaitan. Ketika masyarakat memiliki aktivitas ekonomi yang produktif dan lingkungan sosial yang kuat, maka ketahanan masyarakat juga semakin baik. Karena itu, pendekatan Polri harus mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung,” jelas Ronald.

Program tersebut sekaligus memperkuat peran personel Polri di tingkat kewilayahan dalam membangun komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat, khususnya kelompok nelayan.

Selain memberikan bantuan sarana, Polda Maluku juga mengingatkan nelayan untuk mengutamakan keselamatan saat melaut.

Hujra mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut. Hal itu penting mengingat perubahan cuaca dapat terjadi dengan cepat dan berpotensi membahayakan keselamatan nelayan.

“Di wilayah Salahutu sekarang ada musim cuaca ekstrem. Jika ingin pergi nelayan mencari ikan agar bisa berhati-hati. Cuaca sekarang tidak pasti dan dapat berubah dengan cepat. Jangan sampai merugikan katong samua,” pesan Hujra kepada para nelayan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....