Perempuan Adat Dinilai Mampu Menjaga Tradisi di tengah Arus Modernisasi
- 06 Agt 2026 10:56 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Perempuan adat dinilai memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Modernitas dan tradisi tidak dipandang sebagai dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan berdampingan tanpa menghilangkan jati diri masyarakat adat.
Pandangan tersebut menegaskan bahwa perempuan adat dapat memanfaatkan teknologi dan mengikuti kemajuan zaman, namun tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur. Identitas budaya menjadi fondasi yang terus dijaga di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Salah satu simbol yang tetap dipertahankan adalah tifa. Alat musik tradisional itu tidak hanya berfungsi sebagai pengiring seni, tetapi juga menjadi media pemersatu masyarakat. Dentuman tifa menjadi penanda berkumpulnya warga, penyampai pesan, sekaligus penguat identitas budaya.
Di balik setiap irama tifa terkandung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan kepada leluhur. Nilai-nilai tersebut terus diwariskan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat adat dan menjadi perekat hubungan antargenerasi.
Karena itu, perempuan adat dipandang sebagai penjaga utama warisan budaya. Dengan keberanian menghadapi tantangan masa depan dan komitmen merawat tradisi, mereka memastikan suara tifa tetap bergema sebagai denyut kehidupan masyarakat adat dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....