Brimob Maluku Berhasil Evakuasi Benda Diduga Sisa Bom Pesawat di Ambon

  • 27 Jul 2026 10:53 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegena Brimob Polda Maluku berhasil mengevakuasi benda di diduga sisa Bom Pesawat, yang hebohkan warga sejak, Minggu (26/7/2026) sore kemarin. Bom Pesawat itu awalnya ditemukan warga tepat di depan Gedung Percetakan Negara, kawasan Jalan Jalan Dr. Setiabudi, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti. Tidak menunggu lama, tim Gegana Brimob Maluku turun ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk melakukan evakuasi. Sayangnya, proses evakuasi sejak sore hingga malam kemarin itu membutuhkan alat galian, sehingga proses evakuasi di tunda hingga, Senin (27/7/2026) pagi tadi.

Tim yang dipimpin Pasi Min Detasemen Gegana Satbrimob Polda Maluku, AKP B Liroga itu, mulai melakukan evakuasi berupa penggalian terhadap benda berbahaya yang dimulai sejak pukul 09.00 Wit, Senin (27/7/2026).

Pantauan RRI Ambon di ruas jalan Dr. Setiabudi, terpantau tim Gegana melakukan evakuasi, dengan cara menggali benda diduga sisa Bom Pesawat tersebut. Proses evakuasi yang memakan waktu dan fisik itu berlangsung kurang lebih tiga jam. Tim Gegana berhasil mengangkat benda berbahaya tersebut tepat pukul 12.00 Wit.

Benda diduga Bom Pesawat tersebut, langsung di bawa ke Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. "Barang Bukti di bawa ke Polresta Ambon," kata seorang petugas polisi yang bertugas mengawal barang bukti tersebut ke Polresta Ambon.

Keterangan Warga

Slah satu saksi, Stevi Simatauw, Pekerja yang menemukan benda diduga sisa Bom Pesawat itu menjelaskan bahwa penemuan itu terjadi saat dirinya bersama rekan-rekannya melakukan penggalian untuk memindahkan tiang bendera.

Pemindahan dilakukan setelah pohon di lokasi tersebut selesai ditebang, sebagai persiapan pembangunan lahan parkir. Menurut Stevi, penggalian dimulai sekitar pukul 17.00 WIT dan telah berlangsung kurang lebih satu jam ketika alat gali mengenai sebuah benda yang bentuknya menyerupai bom atau mortir.

"Begitu melihat bentuk benda itu, kami langsung menghentikan seluruh aktivitas penggalian. Kami tidak berani melanjutkan pekerjaan karena khawatir benda tersebut berbahaya," ujarnya.

Stevi kemudian berkoordinasi dengan seorang rekannya bernama Jendral, yang selanjutnya menghubungi anggota Brimob melalui video call untuk memperlihatkan benda yang ditemukan.

"Setelah melihat melalui video call, anggota Brimob langsung meminta kami menghentikan seluruh kegiatan dan meninggalkan lokasi. Mereka bilang jangan ada aktivitas lagi di situ karena anggota Gegana akan datang melakukan pengecekan," kata Stevi menutup wawancara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....