AI Bukan Pengganti Manusia, tapi Alat Bantu

  • 22 Jul 2026 05:36 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia, mulai dari dunia pendidikan, pekerjaan, hingga aktivitas sehari-hari. Namun, kemudahan yang diberikan teknologi ini perlu disikapi dengan bijak agar AI tidak menggantikan peran manusia dalam berpikir dan mengambil keputusan.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam program Sore Ceria PRO 2 RRI Ambon bersama Welem Porumau dan Andika Raden Daci, dua mahasiswa asal Maluku yang terpilih sebagai awardee Google Student Ambassador (GSA) Batch 2.

Dalam dialog tersebut, Welem menyampaikan bahwa AI seharusnya dipandang sebagai alat bantu yang mendukung kemampuan manusia, bukan sebagai pengganti kreativitas, ide, dan proses berpikir manusia.

Menurutnya, kemudahan yang diberikan AI terkadang membuat pengguna tergoda untuk langsung mengambil hasil yang diberikan tanpa melakukan pengecekan atau memberikan sentuhan pemikiran pribadi.

"Jangan sampai kita hanya copy paste jawaban dari AI. Kita harus menjadikan AI sebagai tools untuk membantu menyelesaikan masalah, bukan menggantikan cara kita berpikir," ujar Welem.

Ia menjelaskan, AI bekerja berdasarkan data dan pola yang tersedia, sehingga hasil yang diberikan belum tentu selalu benar atau sesuai dengan kondisi tertentu. Karena itu, manusia tetap memiliki peran penting untuk menganalisis, memeriksa, dan memberikan sudut pandang berdasarkan pengalaman serta pengetahuan yang dimiliki.

Sementara itu, Andika menambahkan bahwa kemampuan manusia seperti kreativitas, empati, dan berpikir kritis merupakan hal yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh teknologi.

"AI bisa membantu kita menemukan ide atau mempercepat pekerjaan, tapi keputusan akhirnya tetap harus berasal dari manusia. Kita perlu memasukkan pemikiran, pengalaman, dan nilai-nilai kita dalam setiap hasil yang dibuat bersama AI," jelas Andika.

Menurutnya, generasi muda perlu memiliki literasi digital yang baik agar mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Penggunaan AI bukan hanya tentang mengetahui cara memakai teknologi, tetapi juga memahami batasan dan cara mengoptimalkannya.

Melalui dialog di Sore Ceria PRO 2 RRI Ambon, Welem dan Andika mengajak masyarakat, khususnya anak muda, untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

AI dapat menjadi mitra yang membantu manusia bekerja lebih cepat dan efisien, namun kreativitas, ide, serta keputusan tetap menjadi bagian penting yang berasal dari manusia itu sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....