Miris! Pantai Batu Lubang Dipenuhi Sampah, Anak-anak Tak Lagi Bermain

  • 12 Jul 2026 19:01 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Permasalahan sampah di pesisir Desa Hatiwe Besar, Dusun Batu Lubang, Kecamatan Teluk Ambon, hingga kini masih belum menemukan solusi. Setelah beberapa pekan terakhir dipenuhi sampah plastik yang terbawa gelombang laut, kini kawasan pantai kembali dipenuhi tumpukan sampah berupa kulit durian yang berserakan di sepanjang garis pantai.

Kondisi tersebut membuat wajah pesisir Batu Lubang semakin memprihatinkan. Tumpukan kulit durian bercampur dengan sampah plastik, kayu, dan limbah lainnya menutupi bebatuan di sepanjang pantai. Dalam foto yang beredar, terlihat tiga anak berdiri di tengah hamparan sampah sambil memegang kulit durian, menggambarkan kondisi lingkungan yang jauh dari kata bersih dan aman untuk aktivitas masyarakat.

Noel Helaha, warga setempat, mengatakan beberapa bulan lalu kawasan pantai Batu Lubang masih menjadi tempat favorit anak-anak bermain pada sore hari. Selain itu, warga dari berbagai daerah juga sering datang untuk mandi dan menikmati suasana pantai.

"Beberapa bulan lalu kita masih bisa lihat anak-anak bermain di pantai setiap sore. Sekarang sudah hampir tidak ada lagi karena pantai dipenuhi sampah, terutama kulit durian yang diduga terbawa arus laut, kemungkinan berasal dari kawasan Pasar Mardika Kota Ambon," ujar Noel.

Menurutnya, perubahan kondisi pantai terjadi secara bertahap. Awalnya, sampah plastik yang terbawa gelombang laut terus menumpuk di pesisir. Kini, muncul lagi limbah organik berupa kulit durian dalam jumlah besar yang semakin memperburuk kondisi lingkungan dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

Noel berharap Pemerintah Kota Ambon bersama instansi terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Ia menilai penanganan sampah tidak cukup hanya dilakukan di lokasi pantai, tetapi juga harus menyasar sumber sampah agar tidak terus terbawa arus hingga mencemari kawasan pesisir.

"Warga berharap pantai Batu Lubang bisa kembali bersih seperti dulu, sehingga anak-anak dapat bermain dengan aman dan masyarakat kembali menikmati pantai untuk beraktivitas. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan terus berdampak pada kebersihan lingkungan, kesehatan masyarakat, serta potensi wisata pesisir di kawasan Desa Hatiwe Besar," tutup Noel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....