Psikolog Ungkap Penyebab Orang Terlihat Malas, Bukan karena Kemauan

  • 30 Jun 2026 10:36 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Tidak sedikit orang yang langsung dicap malas ketika terlihat sering menunda pekerjaan atau kurang bersemangat menjalankan aktivitas. Padahal, menurut para psikolog, perilaku tersebut tidak selalu disebabkan oleh kurangnya motivasi atau keinginan untuk berusaha. Dalam banyak kasus, ada berbagai faktor psikologis yang menjadi penyebab seseorang tampak malas.

Dilansir dari Kompas.com, psikiater Dr. Neel Burton menjelaskan bahwa kemalasan lebih tepat diartikan sebagai ketidakmauan untuk mengeluarkan usaha, bukan selalu berarti seseorang tidak mampu melakukannya. Ia menilai, kondisi psikologis tertentu dapat menjadi hambatan yang membuat seseorang kesulitan memulai maupun menyelesaikan pekerjaan.

Salah satu penyebab yang paling umum adalah perfeksionisme. Orang yang menetapkan standar terlalu tinggi pada dirinya sendiri cenderung menunda pekerjaan karena merasa segala sesuatu harus dilakukan secara sempurna. Psikolog sekaligus penulis Dr. Alice Boyes menjelaskan bahwa perfeksionisme sering kali memicu prokrastinasi, sebab seseorang terus menunggu hingga merasa benar-benar siap, padahal momen tersebut belum tentu datang.

Faktor lain yang kerap membuat seseorang tampak malas adalah kelelahan mental atau burnout. Tekanan pekerjaan yang berlangsung dalam waktu lama dapat menguras energi fisik dan emosional. Akibatnya, kemampuan untuk berkonsentrasi, mengambil keputusan, hingga menyelesaikan tugas menjadi menurun meski seseorang sebenarnya tetap memiliki keinginan untuk bekerja.

Kurangnya makna dalam pekerjaan juga dapat menurunkan motivasi. Ketika seseorang merasa tugas yang dikerjakannya tidak memiliki tujuan atau manfaat yang jelas, semangat untuk menyelesaikannya cenderung ikut berkurang. Kondisi ini membuat pekerjaan terasa lebih berat meskipun sebenarnya tidak terlalu sulit.

Selain itu, terlalu banyak tugas yang harus diselesaikan dalam waktu bersamaan juga dapat membuat seseorang mengalami task overwhelm. Menurut psikolog kesehatan Dr. Susan Albers dari Cleveland Clinic, rasa kewalahan tersebut sering membuat otak kesulitan menentukan langkah pertama sehingga seseorang akhirnya memilih tidak melakukan apa pun. Membagi pekerjaan menjadi target-target kecil dinilai dapat membantu mengatasi kondisi tersebut.

Penyebab lainnya adalah kecemasan dan rasa takut gagal. Psikolog Dr. Chivonna Childs menjelaskan bahwa banyak orang menunda pekerjaan bukan karena malas, melainkan karena kehilangan motivasi atau sedang menghadapi gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Ketakutan akan hasil yang tidak sesuai harapan juga membuat seseorang lebih memilih menunda daripada menghadapi kemungkinan gagal.

Para ahli menegaskan bahwa perilaku yang tampak seperti kemalasan tidak selalu mencerminkan karakter seseorang. Memahami penyebab yang mendasarinya dapat menjadi langkah awal untuk menemukan solusi yang tepat. Jika kesulitan memulai aktivitas, kehilangan motivasi, atau kebiasaan menunda pekerjaan berlangsung dalam waktu lama hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional kesehatan mental.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....