Mengenal Ambon lewat Langkah dan Cerita

  • 28 Jun 2026 18:12 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — Berjalan kaki tidak hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga dapat menjadi cara untuk mengenal lingkungan, sejarah, dan budaya suatu daerah. Hal tersebut menjadi semangat yang dibawa oleh Komunitas Tate Maluku dalam berbagai kegiatan yang diperkenalkan melalui program ROK (Ruang Obrolan Komunitas) Pro 2 RRI Ambon bersama Founder Tate, Chey Gihon dan Rahmat Bacaritaayo.

Mengusung semangat “Menjaga Identitas Maluku melalui Tate”, komunitas ini menghadirkan berbagai kegiatan berbasis perjalanan kaki yang mengajak masyarakat untuk kembali dekat dengan ruang-ruang yang ada di sekitar Kota Ambon.

Salah satu kegiatan utama Komunitas Tate adalah Tate Pagi-Sore. Kegiatan ini merupakan aktivitas berjalan kaki yang dilakukan pada pagi atau sore hari dengan rute di sekitar wilayah Kota Ambon. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan sebanyak dua kali dalam sebulan dan terbuka bagi masyarakat yang ingin ikut bergabung.

Melalui Tate Pagi-Sore, peserta tidak hanya berjalan untuk berolahraga, tetapi juga menikmati suasana kota, berinteraksi dengan sesama peserta, serta melihat kembali sisi-sisi Kota Ambon yang mungkin sering dilewati namun jarang diperhatikan.

Selain itu, Komunitas Tate juga memiliki kegiatan Tate Alam, yaitu perjalanan kaki yang mengajak peserta menyusuri berbagai kawasan alam di Maluku. Rute yang dipilih biasanya berupa gunung, bukit, hingga kawasan pantai.

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk menikmati keindahan alam sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan berjalan langsung melewati jalur alam, peserta dapat merasakan kedekatan dengan ruang hidup yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Maluku.

Ada juga Tate Sejarah, sebuah kegiatan yang menggabungkan aktivitas berjalan kaki dengan pembelajaran sejarah. Dalam kegiatan ini, peserta mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kota Ambon sambil mendengarkan cerita dan informasi mengenai peristiwa yang pernah terjadi di lokasi tersebut.

Menurut Komunitas Tate, setiap tempat memiliki cerita yang perlu dikenali oleh generasi sekarang. Dengan datang langsung ke lokasi sejarah, masyarakat dapat lebih memahami perjalanan panjang yang membentuk kota dan masyarakat Ambon hari ini.

Peserta yang mengikuti kegiatan Tate pun berasal dari berbagai latar belakang dan usia. Jumlah peserta dapat mencapai puluhan orang, bahkan dalam beberapa kegiatan bisa diikuti oleh belasan peserta yang memiliki ketertarikan sama terhadap aktivitas berjalan, alam, dan sejarah.

Bagi Komunitas Tate, setiap langkah yang dilakukan bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan untuk mengenal diri, lingkungan, dan warisan budaya. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, Tate berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang ikut menjaga identitas Maluku melalui cara sederhana: berjalan, melihat, dan mendengar cerita dari tanah sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....