Budaya dan Kreativitas Jadi Kunci Kota Berkelanjutan Global

  • 24 Jun 2026 05:13 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Budaya dan kreativitas memiliki hubungan yang erat dalam mendukung pembangunan perkotaan berkelanjutan. UNESCO melalui UNESCO Creative Cities Network (UCCN) menempatkan budaya dan kreativitas sebagai inti strategi pembangunan kota yang mampu menjawab tantangan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Harry Waluyo, Pengamat Ekonomi Kreatif, Budaya dan Pariwisata menjelaskan, budaya merupakan sumber nilai, identitas, pengetahuan, tradisi, dan ekspresi masyarakat, sementara kreativitas menjadi kemampuan untuk mengolah kekayaan budaya tersebut menjadi inovasi, karya, industri, serta solusi pembangunan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Ia mengatakan setiap kota yang ingin bergabung dalam jaringan UCCN harus mampu menunjukkan bagaimana budaya dan kreativitas menjadi pendorong pembangunan serta solusi atas berbagai tantangan perkotaan.

Menurut Waluyo, hubungan budaya dan kreativitas tercermin dalam delapan bidang kreatif yang diakui UCCN, yakni kriya dan seni rakyat, desain, film, gastronomi, sastra, seni media, musik, serta arsitektur.

Pada bidang-bidang tersebut, budaya berperan sebagai sumber inspirasi berupa tradisi, cerita, pengetahuan lokal, hingga identitas masyarakat, sedangkan kreativitas mengubahnya menjadi produk, karya, dan inovasi yang memiliki nilai ekonomi maupun sosial.

Ia mencontohkan batik yang berasal dari tradisi budaya dapat berkembang menjadi produk fesyen modern, sementara cerita rakyat dapat diadaptasi menjadi film, animasi, novel, maupun konten digital yang menjangkau pasar global.

Demikian pula kuliner tradisional dapat diolah menjadi daya tarik wisata gastronomi yang meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

Waluyo menuturkan bahwa dalam perspektif UNESCO, budaya merupakan akar, kreativitas adalah proses, dan pembangunan berkelanjutan menjadi hasil yang ingin dicapai.

Oleh sebab itu, kota tidak hanya dinilai dari kekayaan warisan budayanya, tetapi juga dari kemampuannya mengubah aset budaya menjadi kekuatan kreatif yang menghasilkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

“Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan modal kreatif untuk menciptakan masa depan kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ujar Harry.

Dengan demikian, penguatan budaya dan kreativitas menjadi langkah penting bagi kota-kota di Indonesia untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga identitas lokal di tengah perkembangan global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....