Aksi Reformasi jilid II di Ambon Ricuh, Polisi Terkena Lemparan Batu
- 17 Jun 2026 12:52 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Aksi demo ratusan mahasiswa dari Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, berbuntut kericuhan dengan personel Polisi yang melaksanakan pengamanan di sekitar, Tugu Gong Perdamaian, tepat depan Pos Polsek Sirimau, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Rabu (17/6/2026).
Aksi bertajuk Reformasi Jilid II ini berubah menjadi kericuhan saat seorang peserta massa aksi diamankan Personel Polisi. Salah satu anggota Polisi terpantau terkena lemparan batu, dari insiden itu.
| Baca juga: Damkar Ambon bantu Pemuda Korban Pencurian |
Kericuhan tersebut tak berlangsung lama, aparat berhasil mengendalikan situasi. Nampak Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Kombes Pol. Yoga Putra Prima Setya nampak ikut mengendalikan jalannya aksi tersebut.
Sekedar tahu, aksi demo ratusan mahasiswa tersebut berkaitan dengan polemik kebijakan Pemerintah yang menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dan Program Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka dikawal ketat TNI-Porli.
Massa aksi menyoalkan statemen yang menyatakan masyarakat di daerah tidak memakai dolar, sehingga tidak akan berdampak terhadap kehidupan warga setempat.
"Pernyataan Prabowo sangat menyakiti hati masyarakat indonesia yang menyebutkan masyarakat daerah belanja tidak memakai dolar sehingga aman-aman saja," teriak massa aksi dalam oratornya sambil bergantian
Menurut massa aksi, kebijakan tersebut sangat mengganggu pertumbuhan ekonomi masyarakat, sehingga terjadinya kenaikan Bahan Pokok (Bapok), hingga mengganggu Pendidikan di Maluku.
Aksi tersebut, teriak massa aksi, bertujuan untuk menyuarakan harapan masyarakat agar pemerintah memberikan perhatian yang lebih serius terhadap kesejahteraan rakyat, menurunkan harga BBM, menurunkan nilai tukar rupiah, menurunkan harga kebutuhan pokok, serta kebijakan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat kecil.
"Turunkan harga BBM, karena sangat berdampak menggu ekonomi masyarakat, harga bahan pokok naik dan sangat menggaggu pendidikan di Maluku ," ujar massa aksi.
Hingga saat ini, aksi demo masih terus berlangsung dengan di kawal ketat aparat kepolisian dan TNI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....