Pameran Doodle Art Ambon Jadi Ruang Apresiasi Karya
- 14 Jun 2026 10:32 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Pameran Doodle Art Ambon Exhibition: Lost In Space yang digelar di Ruang Terbuka Publik (RTP) Wainitu pada 5–7 Juni 2026 tidak hanya menjadi ajang menampilkan karya seni, tetapi juga menjadi wadah apresiasi bagi para seniman dari berbagai kalangan usia di Kota Ambon.
Perwakilan Komunitas Doodle Art Ambon, Putri Urba, mengatakan bahwa pameran tersebut diselenggarakan untuk mengapresiasi sekaligus mempublikasikan karya-karya para anggota komunitas kepada masyarakat luas.
“Pameran ini bertujuan mengapresiasi sekaligus mempublikasikan karya-karya dari para anggota Komunitas Doodle Art Ambon. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Wainitu sebagai pusat kegiatan positif dan kreatif bagi masyarakat Kota Ambon,” ujarnya.
Mengusung tema "Lost In Space", pameran menampilkan puluhan karya dengan beragam teknik dan media. Sebagian besar karya dibuat di atas media kertas, sementara beberapa lainnya menggunakan kanvas. Para seniman memanfaatkan berbagai alat dalam proses kreatif mereka, mulai dari pena, spidol marker, cat, hingga teknik mixed media yang memadukan berbagai material dalam satu karya.
Keunikan lain dari pameran ini adalah keberagaman usia para kreatornya. Karya-karya yang dipamerkan berasal dari seniman lintas generasi, mulai dari anak-anak berusia lima tahun hingga orang dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa seni doodle dapat menjadi ruang ekspresi yang terbuka bagi siapa saja tanpa batasan usia.
Di antara berbagai karya yang dipamerkan, Putri menyebut hasil karya anak-anak justru menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pengunjung. Dua nama yang paling banyak mendapat perhatian adalah Sky dan Qiqi, yang masih berusia sekitar lima hingga enam tahun.
Menurut Putri, karya keduanya mampu mencuri perhatian karena menghadirkan ide-ide yang unik dan penuh imajinasi. Karakter visual yang mereka tampilkan dinilai berbeda dari kebanyakan karya anak seusia mereka.
“Karya anak-anak seperti Sky dan Qiqi menjadi salah satu yang paling disorot pengunjung. Hasil karya mereka unik dan penuh imajinasi, sesuatu yang sangat jarang dimiliki anak-anak pada usia tersebut,” jelasnya.
Antusiasme pengunjung selama pameran menunjukkan bahwa karya seni yang lahir dari imajinasi anak-anak mampu memberikan perspektif baru sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat. Kreativitas yang ditampilkan juga membuktikan bahwa bakat seni dapat tumbuh sejak usia dini apabila diberikan ruang dan kesempatan untuk berkembang.
Melalui penyelenggaraan pameran ini, Komunitas Doodle Art Ambon berharap dapat terus mendorong tumbuhnya ekosistem seni yang inklusif di Kota Ambon. Kehadiran RTP Wainitu sebagai lokasi kegiatan juga diharapkan semakin memperkuat fungsi ruang publik sebagai tempat berkumpul, berkreasi, dan berkolaborasi bagi komunitas kreatif di daerah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....