Program PNM Mengajar, Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK se-Indonesia

  • 22 Mei 2026 11:49 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyiapkan mental wirausaha bagi 2.700 siswa SMK se-Indonesia melalui program PNM Mengajar. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HUT PNM ke-27 bertajuk “Berkelana: Belajar Kewirausahaan, Literasi Kesehatan & Dampak Keberlanjutan”.

Siswa SMK dinilai memiliki posisi strategis karena dipersiapkan lebih dekat dengan dunia kerja dan industri. Namun, perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri membuat para siswa dituntut memiliki kemampuan yang lebih luas.

Dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan lulusan dengan keterampilan teknis. Kemampuan komunikasi, kreativitas, adaptasi, dan semangat belajar menjadi nilai tambah yang semakin penting.

Di sisi lain, masih banyak siswa SMK yang memiliki keterbatasan akses terhadap wawasan dunia profesional. Kondisi tersebut membuat sebagian siswa belum memiliki gambaran nyata tentang tantangan dan peluang di dunia kerja.

Melalui program PNM Mengajar, perusahaan menghadirkan perwakilan terbaik untuk berbagi pengalaman dan motivasi kepada para siswa. Program ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan pendidikan dengan realitas dunia usaha dan industri.

Sebanyak 2.700 siswa dari berbagai daerah mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan entrepreneurship di era digital. Materi yang diberikan juga mencakup literasi kesehatan mental dan pentingnya kesadaran terhadap isu keberlanjutan.

Wakasek Humas SMK Negeri 1 Ambon, E. Ferdinandus, menyampaikan apresiasi atas perhatian PNM terhadap masa depan generasi muda. Menurutnya, program tersebut memberikan motivasi bagi siswa untuk terus berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman.

“Belajar hari ini adalah investasi untuk masa depan. Terus berkembang, terus belajar, dan terus melangkah, karena setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membawa kita lebih dekat kepada impian dan kesuksesan,” ujar E. Ferdinandus.

PNM menilai tantangan siswa SMK saat ini bukan hanya soal mencari pekerjaan, tetapi juga kesiapan untuk terus berkembang. Karena itu, kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dinilai semakin penting dalam mencetak generasi muda yang adaptif dan berdaya saing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....