Taruna Siaga Bencana Kota Ambon Ingatkan Bahaya Drainase Tersumbat Sampah
- 11 Mei 2026 14:01 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Musim hujan yang melanda Kota Ambon tahun ini kembali meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Taruna Siaga Bencana Kota Ambon yang terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Hal ini disampaikan Ketua Taruna Siaga Bencana Kota Ambon, Yondry Kappuw, dalam dialog melalui sambungan telepon pada program Halo RRI, Senin 11 Mei 2026.
Dalam dialog tersebut, Yondry Kappuw menjelaskan bahwa penyebab utama banjir dan genangan air di sejumlah wilayah Ambon bukan hanya tingginya curah hujan, tetapi juga kondisi drainase yang kurang optimal. Banyak saluran air dipenuhi sampah rumah tangga sehingga aliran air tersumbat dan meluap ke jalan maupun permukiman warga. Selain itu, beberapa drainase dinilai sudah tidak mampu menampung debit air saat hujan deras berlangsung cukup lama.
Menurutnya, pengaruh sampah terhadap terjadinya banjir sangat besar. Kesadaran sebagian masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan. Sampah plastik, botol, dan limbah rumah tangga yang dibuang sembarangan menjadi penyebab utama tersumbatnya saluran air. Akibatnya, air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar menuju saluran pembuangan utama sehingga memicu genangan di berbagai titik kota.
Yondry juga menyebutkan beberapa wilayah di Kota Ambon menjadi daerah rawan terdampak ketika hujan deras turun, terutama kawasan dataran rendah dan permukiman padat penduduk. Selain banjir dan genangan air, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi tanah longsor di daerah perbukitan yang kondisi tanahnya menjadi labil saat intensitas hujan meningkat.
Dalam penanganan bencana, Taruna Siaga Bencana Kota Ambon bergerak cepat melakukan pemantauan lokasi terdampak, membantu evakuasi warga, membersihkan saluran air, serta mendistribusikan bantuan darurat apabila diperlukan. Koordinasi juga terus dilakukan bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan instansi terkait agar penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif.
Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat berbagai kendala di lapangan, seperti akses menuju lokasi terdampak yang sulit, keterbatasan peralatan, serta minimnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Karena itu, masyarakat diimbau agar tidak membuang sampah sembarangan dan segera melapor kepada pihak terkait apabila menemukan drainase tersumbat atau potensi bencana di lingkungan sekitar.
Selain melakukan penanganan saat bencana terjadi, Taruna Siaga Bencana Kota Ambon juga aktif melaksanakan edukasi dan sosialisasi mengenai kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat. Yondry Kappuw berharap pemerintah dapat meningkatkan perbaikan infrastruktur drainase serta memperkuat sistem mitigasi bencana, sementara masyarakat diharapkan lebih peduli menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi risiko banjir dan bencana saat musim hujan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....