Sekolah PAUD Berbasis Lingkungan di Laha Berkembang Pesat
- 05 Mei 2026 13:48 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Inovasi pendidikan berbasis lingkungan hadir dari Negeri Laha, Kota Ambon. Hal ini terungkap dalam perbincangan program BIAS (Bincang Asik) Pro 2 RRI Ambon, Senin (4/5/2026), yang mengangkat kisah inspiratif PAUD Sadar Lingkungan—sebuah lembaga pendidikan anak usia dini yang tidak hanya fokus pada pembelajaran, tetapi juga membentuk kesadaran lingkungan sejak dini.
PAUD ini awalnya berdiri pada tahun 2007 dengan nama PAUD Melati. Lembaga tersebut dirintis oleh Nilci Sainyakit dan Santi Sainyakit yang hingga kini masih aktif sebagai tenaga pengajar. Dengan keterbatasan yang ada di masa awal, keduanya berkomitmen menghadirkan pendidikan yang terjangkau bagi anak-anak di wilayah tersebut.
Perubahan signifikan mulai terjadi pada tahun 2015, ketika Aviation Fuel Terminal (AFT) Pertamina Pattimura melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mulai mendampingi PAUD Melati. Pendampingan ini tidak hanya bersifat bantuan fisik, tetapi juga penguatan konsep pendidikan berbasis lingkungan. Sejak saat itu, PAUD Melati bertransformasi menjadi PAUD Sadar Lingkungan.
Keunikan utama dari PAUD ini terletak pada penerapan kurikulum berbasis lingkungan, di mana anak-anak dikenalkan pada pentingnya menjaga alam melalui kegiatan sehari-hari. Selain itu, sistem pembayaran SPP yang tidak biasa juga menjadi daya tarik tersendiri—orang tua dapat membayar biaya pendidikan menggunakan sampah yang telah dipilah.
Nilci Sainyakit mengungkapkan bahwa sejak diterapkannya program tersebut, perkembangan PAUD Sadar Lingkungan sangat pesat. “Kami melihat perubahan yang luar biasa, baik dari jumlah siswa maupun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan lingkungan,” ujarnya.
Saat ini, PAUD Sadar Lingkungan memiliki 51 siswa aktif dan telah meluluskan sebanyak 271 siswa sejak berdiri. Capaian ini menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan berbasis lingkungan mampu diterima dengan baik oleh masyarakat.
Sementara itu, Mirtha Aulia selaku Community Development (Comdev) AFT Pertamina Pattimura menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kolaborasi berkelanjutan. “Kami tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga bagaimana program ini bisa memberikan dampak nyata terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa inisiatif seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui PAUD Sadar Lingkungan di Negeri Laha, pendidikan tidak lagi sekadar ruang belajar, melainkan juga menjadi sarana membentuk generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....