Keindra Tanisiwa Kembangkan Biosemen dari Limbah Organik
- 03 Mei 2026 14:37 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Seorang pelajar berbakat asal Ambon, Keindra Jhonny Tanisiwa, kembali mencuri perhatian publik lewat prestasi dan inovasinya di bidang sains. Siswa kelas 7 SMP Kalam Kudus Ambon ini dikenal memiliki deretan prestasi sejak duduk di bangku kelas 1 SD. Dengan semangat belajar yang tinggi, Keindra terus mengembangkan potensi dirinya, khususnya dalam bidang penelitian ilmiah.
Keindra merupakan anak pertama dari dua bersaudara, pasangan Bapa Yongki Tanisiwa dan Ibu Helen Lefmanut. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang mendorongnya untuk terus berprestasi dan berani mengeksplorasi ide-ide inovatif sejak usia dini.
Keindra yang bercita-cita menjadi dokter ahli bedah ini baru saja hadir sebagai narasumber dalam acara IDOLA Pro 1 RRI Ambon pada Minggu, 3 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan penelitian yang tengah ia fokuskan untuk ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN), sebuah kompetisi bergengsi bagi pelajar di Indonesia.
Penelitian yang diangkat Keindra berjudul Pemanfaatan Komposit Limbah Ampas Tahu dan Tulang Ikan sebagai Biosemen Pengisi Retakan Dinding (Crack Filler). Ide ini lahir dari keprihatinannya terhadap tingginya jumlah sampah makanan di Indonesia yang sering kali berakhir mencemari lingkungan atau menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Menurut Keindra, sampah makanan yang dibuang sembarangan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Sementara itu, sampah yang menumpuk di TPA akan menghasilkan gas metana yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Di sisi lain, industri semen juga menjadi salah satu penyumbang besar emisi karbon di dunia, di mana setiap produksi 1 ton semen menghasilkan sekitar 0,8 ton emisi karbon.
Berangkat dari dua permasalahan tersebut, Keindra mencoba menghadirkan solusi inovatif berupa biosemen. Biosemen merupakan bahan alternatif ramah lingkungan yang dibuat dari bahan organik, dengan tujuan mengurangi limbah makanan sekaligus menekan emisi karbon global dan ketergantungan pada semen konvensional.
Dalam penelitiannya, Keindra memanfaatkan ampas tahu dan tulang ikan sebagai bahan utama pembuatan biosemen. Kedua jenis limbah ini dipilih karena mudah ditemukan dan memiliki potensi sebagai bahan penguat struktur. Biosemen tersebut dirancang khusus sebagai pengisi retakan dinding (crack filler), yang dapat menjadi solusi praktis dan berkelanjutan di bidang konstruksi.
Ia juga menambahkan bahwa peran guru di sekolah sangat besar dalam mendukung prestasi siswa. Menurutnya, para guru di SMP Kalam Kudus Ambon selalu memberikan bimbingan, motivasi, dan kesempatan bagi siswa untuk berkembang, sehingga membantu dirinya dan teman-temannya meraih berbagai pencapaian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....