Longsor Bongkar Makam di Batu Merah: Kerangka Jenazah Berserakan di Area Masjid
- 29 Apr 2026 15:56 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Hujan deras yang mengguyur Kota Ambon memicu tragedi memilukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Galunggung, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau. Talud pembatas antara area pemakaman dan lingkungan Masjid Muhajirin ambruk, menyebabkan longsor yang menghancurkan sejumlah makam sehingga kerangka jenazah muncul ke permukaan
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (28/4/2026) itu menyisakan duka mendalam bagi warga. Tanah yang labil tak mampu menahan debit air hujan, hingga akhirnya runtuh dan menyeret makam-makam di atasnya. Sebagian makam bahkan ambruk hingga ke halaman masjid.
Warga yang pertama kali melihat kejadian tersebut langsung berhamburan ke lokasi. Namun pemandangan yang mereka dapati jauh dari bayangan, kerangka jenazah berserakan, sebagian tertimbun material longsor, dan lainnya terbawa runtuhan tanah.
Tokoh masyarakat sekaligus pengurus Masjid Muhajirin, Nasir Rumra, mengatakan proses evakuasi dilakukan secara swadaya oleh warga bersama pengurus masjid sejak Rabu (29/4/2026).
“Kami masih terus melakukan evakuasi. Kondisinya cukup sulit karena sebagian kerangka masih tertimbun material longsor,” ujarnya di lokasi.
Ia mengungkapkan, sedikitnya sepuluh makam terdampak dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, lima kerangka jenazah telah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi oleh pihak keluarga, sementara lima lainnya masih belum dikenali.
“Yang sudah teridentifikasi akan diambil oleh keluarga untuk dimakamkan kembali di tempat lain. Sedangkan yang belum teridentifikasi kemungkinan akan dimakamkan secara massal,” katanya.
Nasir menambahkan, kondisi kerangka yang sebagian sudah bercampur membuat proses identifikasi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, langkah pemakaman massal menjadi opsi yang dipertimbangkan demi menjaga penghormatan terhadap jenazah.
Tragedi ini tidak hanya menyisakan persoalan kemanusiaan, tetapi juga menjadi peringatan serius terkait minimnya sistem mitigasi bencana di kawasan rawan longsor. Letak TPU yang berada di kontur tanah miring dengan struktur penahan yang terbatas dinilai sangat rentan, terutama saat curah hujan tinggi.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan, tidak hanya untuk penanganan darurat, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur penahan tanah di kawasan tersebut. Selain itu, relokasi makam ke area yang lebih aman mulai menjadi wacana yang mengemuka di tengah masyarakat, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Di tengah upaya evakuasi yang masih berlangsung, suasana duka dan haru menyelimuti lokasi. Warga bergotong royong, bukan hanya menyelamatkan jenazah, tetapi juga menjaga nilai kemanusiaan dan penghormatan terakhir bagi mereka yang telah tiada.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....