ART Director Jalan Salib Hadirkan Kreatifitas dan Inovasi

  • 18 Apr 2026 20:37 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang Kyrie Eleison 1 kembali menghadirkan perayaan Jalan Salib yang berbeda dan penuh makna. Selama dua tahun terakhir, tim pelaksana terus berupaya menyuguhkan konsep yang lebih hidup dan menyentuh hati jemaat.

ART Director sekaligus koreografer Jalan Salib, Victor Saapang, mengungkapkan bahwa kepercayaan yang diberikan sejak tahun 2023 menjadi tanggung jawab besar yang dijawab dengan kreativitas dan inovasi.

“Kebetulan dari Angkatan Muda Cabang Kyrie Eleison 1 sudah dua tahun terakhir mempercayakan saya untuk tugas ini. Kami mulai terlibat sejak 2023, dan ini menjadi tahun kedua saya mengambil bagian dalam pelayanan Jalan Salib hingga Paskah. Kepercayaan ini kami jawab dengan mencoba menghadirkan sesuatu yang lebih kreatif dan bermakna bagi jemaat,” ujarnya saat Acara Obrolan SPEKTRA Sore Ceria di Pro 2 RRI Ambon beberapa waktu lalu

Menurutnya, fokus utama dalam penggarapan Jalan Salib adalah menghadirkan pengalaman yang lebih hidup, tidak monoton, dan mampu menghidupkan setiap adegan agar maknanya benar-benar dirasakan oleh jemaat.

“Jadi, fokus utama kami dalam menggarap Jalan Salib ini adalah bagaimana menghadirkan pengalaman yang lebih hidup dan tidak monoton bagi jemaat. Kami ingin menghidupkan ekspresi dalam setiap adegan, supaya tidak sekadar menjadi rangkaian titik perhentian yang biasa, tetapi benar-benar bisa dirasakan maknanya,” jelas Victor.

Ia menambahkan, selama ini perhatian penonton cenderung hanya tertuju pada adegan penyiksaan. Karena itu, tim mencoba menghadirkan daya tarik di setiap sesi dengan memasukkan unsur-unsur kreatif dan pendekatan modern.

Salah satu inovasi yang dilakukan adalah melibatkan anak-anak sidi dalam adegan penyiksaan Yesus. Dalam salah satu sesi, setelah keputusan penyiksaan oleh prajurit, sekitar 90 anak sidi dilibatkan dengan menyanyikan lagu rohani “Saya Mau Ikut Yesus”, yang kemudian dihadapkan pada simbolisasi pilihan untuk turut serta dalam penderitaan tersebut.

Tak hanya itu, pada tahun kedua, konsep juga dikembangkan dengan menghadirkan sosok Maria dalam versi lokal atau “Maria Galala”. Dalam adegan ini, Maria digambarkan sebagai mama penjual ikan yang berjuang menembus kerumunan untuk mendekati Yesus. Para mama papalele yang sehari-hari berjualan ikan pun dilibatkan secara langsung untuk membangun suasana yang lebih nyata dan kontekstual dengan kehidupan masyarakat Ambon.

“Jadi kita mau tunjukkan kedekatan seorang mama dan anak, bagaimana seorang ibu berjuang untuk sampai kepada anaknya. Itu yang kita coba bangun lewat adegan tersebut,” tambahnya.

Melalui seluruh rangkaian ini, Victor berharap pesan iman yang terkandung dalam Jalan Salib tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga perenungan yang mendalam bagi setiap jemaat yang menyaksikan.

Ia juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak berhenti mencari panggilan hidup.

“Kalau merasa belum menemukan passion, belum tahu apa yang harus dibuat atau dikerjakan, percayalah bahwa Tuhan yang akan menjawab. Teruslah berdoa, karena dari doa itulah Tuhan akan menunjukkan jalan. Ketika Tuhan sudah menyatakan, mari kita melangkah dan melakukannya, supaya kita bisa menjadi berkat bagi banyak orang,” tutup Victor.

Dengan pendekatan kreatif dan pelibatan berbagai unsur jemaat, Jalan Salib AMGPM Cabang Kyrie Eleison 1 diharapkan terus menjadi sarana pelayanan yang relevan, menyentuh, dan membangun iman di tengah masyarakat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....