Pertamina Gunakan Metode Spider Web Pulihkan Karang Ambon
- 07 Apr 2026 09:08 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon- Keindahan bawah laut Negeri Laha yang sudah mendunia kini mendapat perhatian serius. Melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku resmi meluncurkan program CSR bertajuk "Harmoni Laut Ambon" untuk memulihkan ekosistem terumbu karang yang kian terancam.
Negeri Laha dikenal sebagai salah satu destinasi muck diving terbaik dunia. Namun, kekayaan biota mikro seperti Frogfish yang menjadi primadona para penyelam mancanegara kini berada di ambang bahaya.
Raja Negeri Laha, Yasir Mewar, mengungkapkan kegelisahannya atas kondisi laut mereka yang mulai rusak akibat sampah dan kerusakan karang. Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana Harmoni Laut Ambon, Afik Tuasikal, menyebutkan salah satu penyebab utama kerusakan.
"Kerusakan terumbu karang ini sering diakibatkan oleh jangkar kapal yang dijatuhkan sembarangan tanpa titik tambat. Jika dibiarkan, ekosistem bawah laut kita akan hancur," ujar Afik.
Untuk memulihkan kerusakan tersebut, Pertamina berkolaborasi dengan Spice Island Resort dan komunitas diving lokal menerapkan teknologi restorasi terkini.
Anwar Madea, instruktur selam dari Spice Island Resort, menjelaskan ada dua metode yang digunakan:
Spider Web: Modul berbentuk jaring laba-laba untuk mempercepat pertumbuhan karang.
Umbrella Web: Modul berbentuk payung untuk perlindungan biota.
Sebanyak 50 bibit terumbu karang telah ditanam pada kedalaman 20 meter dari garis pantai Dusun Air Manis sebagai langkah awal pemulihan.
Tak hanya fokus pada perbaikan fisik karang, program ini juga membangkitkan gairah wisata lewat lomba foto bawah laut. Tercatat 18 penyelam ikut berpartisipasi, bahkan empat di antaranya merupakan turis asing yang sengaja datang untuk memotret keajaiban biota mikro Ambon.
Febri Nur Faizin, Manager Aviation Fuel Terminal Pattimura, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap lingkungan.
"Kami akan terus memperluas wilayah restorasi ini. Harapannya, karang yang sehat akan menjadi rumah yang nyaman bagi biota laut sekaligus meningkatkan daya tarik wisata di Negeri Laha," pungkas Febri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....