Atasi Paradoks Kekayaan Alam, Hendrik Dorong Maluku Jadi "Sabuk Kemakmuran"

  • 02 Apr 2026 17:59 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, memaparkan strategi transformasi ekonomi biru untuk mengubah wajah wilayah perbatasan Maluku dari "beranda belakang" yang terisolasi menjadi "sabuk kemakmuran". Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi strategis di Seskoal pada Rabu, 01 April 2026 di Jakarta.

Meski memiliki potensi perikanan melimpah di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), Gubernur Hendrik mengakui adanya paradoks di mana kekayaan alam tersebut belum sepenuhnya menyejahterakan masyarakat. Tantangan seperti illegal fishing dan tingginya biaya logistik masih menjadi hambatan utama pembangunan di daerah 3T.

"Kami ingin menjadikan laut sebagai motor penggerak kesejahteraan. Kebijakan maritim Maluku dirancang sebagai perisai kedaulatan sekaligus sumber kehidupan masyarakat," katanya.

Untuk mendukung visi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku tengah mendorong sejumlah proyek strategis, mulai dari pengembangan Maluku Integrated Port (MIP), penguatan sektor perikanan, hingga pengembangan Blok Masela.

Melalui peningkatan konektivitas antarwilayah, diharapkan kesenjangan pembangunan dapat terpangkas dan Maluku mampu berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....