Warga Keluhkan Lonjakan Tarif Transportasi Online di Ambon
- 29 Mar 2026 16:35 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID. Ambon – Sejumlah warga di kawasan Wayame dan Amahusu mengeluhkan ketidakpastian tarif layanan transportasi online Maxim yang dinilai melonjak drastis dalam waktu singkat. Keluhan ini muncul menyusul adanya perbedaan tarif yang sangat signifikan untuk rute yang sama dalam rentang waktu hanya satu jam.
Kondisi ini memicu keresahan konsumen yang merasa dirugikan oleh sistem penetapan harga dinamis, terutama di tengah meningkatnya aktivitas warga menjelang hari besar keagamaan.
Salah seorang warga Wayame, Betsi Sahusilawane, menceritakan pengalamannya saat hendak melakukan perjalanan silaturahmi. Ia mengungkapkan bahwa tarif rute Wayame menuju Amahusu yang awalnya terpantau sebesar Rp80.000, tiba-tiba melonjak menjadi Rp103.000 hanya dalam waktu satu jam.
Bahkan, saat hendak kembali dari Amahusu menuju Nania, tarif kembali meroket hingga menyentuh angka Rp126.000, sebuah nominal yang dianggap tidak rasional jika dibandingkan dengan jarak tempuh biasanya.
Senada dengan hal tersebut, Yepi Wenno, warga lainnya, menyatakan keheranannya atas klaim transportasi murah yang selama ini melekat pada layanan tersebut. Menurutnya, fluktuasi harga yang terlalu tinggi sangat memberatkan masyarakat kelas menengah ke bawah.
Berdasarkan pengakuan pengemudi yang ia tanyai, kenaikan tarif tersebut terjadi secara otomatis seiring dengan meningkatnya permintaan (high demand) di aplikasi, sebuah mekanisme yang dinilai tidak berpihak pada perlindungan konsumen.
Yepi membandingkan sistem tarif transportasi online dengan angkutan kota (angkot) yang memiliki tarif tetap meskipun jumlah penumpang sedang membludak. Ia mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon untuk segera merespons dan mengevaluasi kebijakan tarif penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi ini.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan batasan atas (ceiling price) yang tegas agar pihak aplikator tidak menaikkan harga secara sepihak di momen-momen krusial.
Desakan agar pemerintah kota melakukan pengawasan ketat semakin menguat, mengingat transportasi online kini telah menjadi kebutuhan vital mobilitas warga Ambon. Masyarakat berharap adanya transparansi dan standardisasi tarif yang lebih berkeadilan guna menjamin kenyamanan pengguna jasa.
Jika tidak ada regulasi yang jelas, warga khawatir praktik lonjakan harga ini akan terus berulang dan merusak ekosistem transportasi publik di Kota Manise.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....