Kuliner, Fashion, dan Desain Dominasi Ekonomi Kreatif Indonesia

  • 27 Mar 2026 14:54 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Sektor kuliner, fashion, dan desain menjadi kontributor terbesar dalam ekonomi kreatif Indonesia. Pengamat Ekonomi Kreatif, Budaya, dan Pariwisata, Harry Waluyo mengatakan sektor ini masih kuat dibandingkan subsektor lainnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kuliner menyumbang 41 persen, fashion 17 persen, dan kerajinan 14 persen dari produk domestik bruto kreatif nasional. olehnya itu menurut Harry, sektor kreatif Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang lebih luas.

Ditekankan, tidak semua subsektor kreatif memiliki potensi yang sama. Ia menyarankan tiga indikator utama untuk menilai portofolio bisnis kreatif, yaitu ukuran ekonomi, keberlanjutan, dan penyebaran keuntungan ke masyarakat.

Data UNCTAD atau United Nations Conference on Trade and Development membagi ekonomi kreatif ke dalam empat kelompok, yakni heritage, arts, media, dan functional creations. Keempat kelompok ini membentuk ekosistem ekonomi kreatif global.

Harry mengatakan, beberapa subsektor memiliki tingkat keberlanjutan berbeda. Di mana desain, teknologi digital, dan game memiliki potensi bertahan lama, sementara seni pertunjukan dan warisan budaya lebih tergantung pada dukungan pemerintah dan tren pasar.

Sektor kreatif juga berbeda dalam menciptakan lapangan kerja. Untuk kuliner, fashion, kerajinan, dan desain menyebarkan manfaat ekonomi lebih luas, sedangkan game digital menghasilkan keuntungan tinggi tapi lapangan kerja terbatas.

Harry Waluyo turut menekankan pengembangan ekonomi kreatif Indonesia dapat dilakukan dengan memperkuat desain dan fashion, mengembangkan film serta media digital, dan menghubungkan warisan budaya dengan pariwisata. Keseimbangan pertumbuhan ekonomi, pemerataan lapangan kerja, dan pelestarian budaya dipastikan dapat menjadi kunci keberhasilan sektor kreatif nasional.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....