Volume Sampah di Nania dan Waiheru Membludak, Warga Desak Penambahan Fasilitas

  • 27 Mar 2026 10:46 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kondisi pengelolaan sampah di kawasan Nania dan Waiheru, Kecamatan Baguala, kini menjadi perhatian serius menyusul lonjakan volume sampah yang kerap meluber dari tempat penampungan. Dibandingkan wilayah lain, kedua kawasan ini tercatat sebagai penyumbang sampah terbesar yang memerlukan waktu pengangkutan jauh lebih lama.

Petugas kebersihan di lapangan bahkan harus menghabiskan waktu hingga dua jam untuk menuntaskan bongkar muat sampah di titik-titik krusial tersebut. Salah seorang petugas kebersihan, Farel, mengungkapkan bahwa bak sampah di depan Pasar Nania, dekat Puskesmas, hingga area masjid selalu dalam kondisi penuh hingga tumpah ke jalanan.

Menurutnya, tumpukan sampah tersebut tidak hanya berasal dari warga sekitar, tetapi juga kiriman dari kawasan Nania Atas. Padahal, pembersihan di titik lain biasanya hanya memakan waktu 30 menit, namun di jalur Nania-Waiheru diperlukan tenaga ekstra dan waktu yang lebih panjang setiap harinya.

Farel menambahkan, kendala utama di lapangan saat ini adalah belum tersedianya fasilitas tong sampah plastik modern (waste bin) berwarna hijau di kawasan tersebut. Kehadiran waste bin dinilai sangat krusial untuk mencegah sampah berserakan serta mempercepat proses pengangkutan oleh mobil sampah.

Selama fasilitas ini belum memadai, petugas harus bekerja lebih keras mengumpulkan sampah yang terpapar angin dan air, terutama di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan fasilitas publik. Kondisi ini diperparah dengan belum terjangkaunya layanan mobil pengangkut sampah hingga ke pemukiman di Nania Atas.

Salah seorang warga, Agustinus Tahitoe, menyebutkan bahwa absennya armada pengangkut di wilayah perbukitan memicu oknum warga membuang sampah ke semak-semak atau lembah. Warga mendesak Pemerintah Kota Ambon melalui dinas terkait untuk segera merespons kebutuhan ini dengan menempatkan fasilitas penampungan sampah yang lebih teratur di lingkungan mereka.

Masyarakat berharap adanya pemerataan distribusi fasilitas kebersihan agar pola buang sampah sembarangan dapat segera dihentikan. Penempatan waste bin dan optimalisasi jalur armada sampah hingga ke wilayah atas menjadi solusi yang dinilai paling efektif saat ini.

Dengan penanganan yang tepat, diharapkan wajah kawasan Nania dan Waiheru dapat lebih bersih dan asri, sekaligus meringankan beban kerja para petugas kebersihan yang tetap bertugas tanpa kenal hari libur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....