Warga Kate-kate Keluhkan Perbaikan Jalan "Tambal Sulam" yang Tak Bertahan Lama

  • 27 Mar 2026 08:21 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kondisi kerusakan jalan di kawasan Kate-kate, Hunuth, tepatnya di sekitar area Durian Patah, kini mulai meresahkan warga dan pengguna jalan. Kerusakan yang awalnya hanya berupa pengelupasan lapisan aspal, kini telah berkembang menjadi lubang-lubang yang cukup dalam dan membahayakan. Meski sempat dilakukan upaya penambalan secara mandiri, kondisi tersebut dinilai tidak efektif karena kembali rusak dalam waktu singkat akibat beban kendaraan berat.

Arif, seorang pekerja bengkel di kawasan Kate-kate, mengungkapkan bahwa munculnya lubang jalan tersebut baru terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebutkan sempat ada pihak yang melakukan penambalan menggunakan campuran semen, namun diduga karena kualitas campuran yang kurang memadai, tambalan tersebut langsung hancur saat dilintasi truk kontainer. Fenomena ini diperparah dengan keberadaan saluran pembuangan air yang berada tepat di bawah titik kerusakan jalan tersebut.

Minimnya kualitas perbaikan sementara ini hampir memakan korban jiwa, di mana seorang pengendara sepeda motor dilaporkan nyaris terjatuh akibat terperosok ke dalam lubang. Saat ini, warga kembali melakukan penambalan ganda menggunakan campuran beton agar lebih kuat menahan beban kendaraan. Namun, langkah ini dianggap hanya solusi jangka pendek yang tidak bisa menjamin keamanan pengguna jalan dalam waktu lama.

Senada dengan hal tersebut, Alex, salah satu warga Kate-kate, menyatakan bahwa masyarakat setempat tidak bisa berbuat banyak karena perbaikan infrastruktur jalan merupakan tanggung jawab penuh pemerintah melalui instansi terkait. Warga berharap agar persoalan jalan berlubang ini segera dituntaskan secara profesional guna menghindari adanya korban kecelakaan. Kepastian keamanan berkendara menjadi tuntutan utama warga yang bermukim di jalur padat tersebut.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Ambon maupun dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan secara menyeluruh menggunakan aspal panas (hotmix), bukan sekadar tambal sulam semen. Perbaikan permanen dinilai sangat mendesak mengingat jalur Hunuth merupakan akses vital yang sering dilalui kendaraan bertonase besar. Melalui langkah perbaikan yang komprehensif, diharapkan mobilitas warga kembali lancar dan risiko kecelakaan dapat diminimalisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....