Isu Provokasi Picu Insiden Berdarah di Huamual SBB
- 20 Mar 2026 15:06 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon — Insiden pembacokan yang mengguncang wilayah Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026 dini hari sekitar pukul 01.00 WIT. Peristiwa berdarah ini berlangsung di perbatasan Dusun Ani dan Dusun Pawai, Desa Loki Kabupaten Seram Bagian Barat, menyebabkan tiga warga mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan antar warga tersebut berlangsung secara tiba-tiba dan hingga kini penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan awal mengarah pada kesalahpahaman yang dipicu oleh informasi tidak benar (hoaks) yang beredar di tengah masyarakat.
Satu korban dilaporkan mengalami luka bacok akibat senjata tajam, sementara dua korban lainnya mengalami luka akibat aksi pelemparan saat bentrokan berlangsung. Seluruh korban sempat mendapat penanganan medis di Puskesmas Tanah Goyang. Namun, satu korban dengan kondisi serius harus dirujuk ke RSUD Piru, sebelum akhirnya dibawa ke RST Ambon untuk penanganan lanjutan.
Ketua PB Amkey SBB, Hasan Narahaubun, menegaskan, insiden ini harus disikapi aparat kepolisian dengan cepat bertindak dan tegas dalam menangani kasus ini. Ia mendesak Polres SBB segera menangkap para pelaku dan memprosesnya secara hukum dan transparan.

"Penanganan konflik harus profesional, transparan, dan akuntabel. Jangan sampai insiden ini berkembang menjadi konflik yang lebih luas,” kata Narahaubun.
Ia juga secara khusus meminta Kapolres SBB, AKBP Andi Zulkifli, segera mengungkap dan menangkap pelaku kekerasan yang terlibat. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap menahan diri dan tidak terprovokasi, terlebih menjelang perayaan Idul Fitri.
Sementara itu, Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli memastikan pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menegaskan bahwa langkah tegas sedang dilakukan, termasuk penyelidikan intensif dan upaya penangkapan pelaku.
Sebanyak kurang lebih 20 personel telah dikerahkan untuk mengamankan situasi di kedua dusun. Selain itu, pihak kepolisian juga turun langsung melakukan mediasi guna meredam ketegangan antarwarga.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa pemicu awal konflik diduga berasal dari penyebaran informasi hoaks terkait kecelakaan lalu lintas, yang kemudian menimbulkan kesalahpahaman dan berujung pada aksi kekerasan.
Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian masih dalam pengawasan ketat aparat keamanan. Warga setempat berharap kasus ini segera dituntaskan secara adil agar stabilitas dan keharmonisan di wilayah Huamual tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....