Tradisi Bermaaf-maafan dan Angpao Lebaran

  • 21 Mar 2026 14:31 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Perayaan Lebaran di Indonesia tidak hanya identik dengan hidangan khas, tetapi juga sarat akan nilai-nilai kebersamaan dan kehangatan. Dua tradisi yang paling melekat dalam momen ini adalah bermaaf-maafan dan pemberian angpao Lebaran. Keduanya menjadi simbol kuat dalam mempererat hubungan antar keluarga, sahabat, hingga masyarakat luas.

Tradisi bermaaf-maafan menjadi inti dari perayaan Lebaran. Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh, umat Muslim menjadikan momen ini sebagai waktu untuk saling memaafkan atas kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Biasanya, tradisi ini dilakukan saat berkumpul bersama keluarga, dimulai dari anggota keluarga yang lebih muda kepada yang lebih tua, dengan penuh rasa hormat dan ketulusan.

Ucapan seperti “mohon maaf lahir dan batin” bukan sekadar formalitas, melainkan ungkapan tulus untuk membuka lembaran baru. Tradisi ini juga sering dilakukan saat bersilaturahmi ke rumah kerabat dan tetangga, menjadikan Lebaran sebagai momen mempererat tali persaudaraan yang mungkin sempat renggang karena kesibukan sehari-hari.

Selain bermaaf-maafan, tradisi berbagi kebahagiaan juga terlihat dalam pemberian Angpao Lebaran. Biasanya, angpao diberikan oleh orang dewasa kepada anak-anak atau anggota keluarga yang belum bekerja. Isi angpao berupa uang dalam amplop, yang tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi simbol kasih sayang dan doa.

Bagi anak-anak, angpao Lebaran menjadi salah satu hal yang paling dinantikan. Momen ini menambah keceriaan suasana hari raya, sekaligus mengajarkan nilai berbagi sejak dini. Sementara bagi pemberi, angpao menjadi bentuk rasa syukur dan kebahagiaan yang ingin dibagikan kepada sesama.

Menariknya, meskipun tradisi angpao identik dengan budaya Tionghoa, praktik ini telah berakulturasi dalam perayaan Lebaran di Indonesia. Hal ini menunjukkan kekayaan budaya Nusantara yang mampu mengadopsi berbagai tradisi menjadi bagian dari identitas bersama.

Pada akhirnya, baik tradisi bermaaf-maafan maupun pemberian angpao Lebaran memiliki makna yang mendalam. Keduanya mengajarkan pentingnya keikhlasan, kepedulian, serta menjaga hubungan baik dengan sesama. Lebaran pun tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga momentum untuk kembali kepada nilai-nilai kemanusiaan yang penuh cinta dan kebersamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....