Supersemar 11 Maret dan Awal Perubahan Pemerintahan Indonesia
- 10 Mar 2026 20:46 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Peristiwa Surat Perintah Sebelas Maret atau yang dikenal dengan Supersemar, menjadi salah satu momen penting dalam sejarah politik Indonesia. Peristiwa yang terjadi pada 11 Maret 1966 ini berkaitan erat dengan perubahan besar dalam pemerintahan dan perjalanan kepemimpinan nasional pada masa itu.
Melansir dari laman Kemendikdasmen, Supersemar merupakan surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno. Melalui surat tersebut, presiden memberikan wewenang kepada Letnan Jenderal Suharto untuk mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu guna memulihkan keamanan dan ketertiban negara yang saat itu sedang tidak stabil.
Situasi politik Indonesia pada masa itu memang sedang tegang setelah terjadinya Gerakan 30 September 1965. Peristiwa tersebut memicu berbagai konflik politik, demonstrasi mahasiswa, serta tuntutan dari berbagai kelompok masyarakat agar pemerintah mengambil tindakan tegas untuk mengatasi situasi nasional.
Pada 11 Maret 1966, Presiden Soekarno awalnya memimpin sidang kabinet di Istana Merdeka. Namun karena kondisi keamanan yang tidak menentu, beliau kemudian menuju Istana Bogor. Di tempat itulah Presiden Soekarno menandatangani Supersemar yang kemudian diserahkan kepada Letjen Suharto.
Setelah menerima surat tersebut, Suharto segera mengambil sejumlah langkah penting. Salah satunya adalah membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) serta melakukan penangkapan terhadap sejumlah tokoh yang dianggap terlibat dalam peristiwa G30S.
Kebijakan yang diambil setelah Supersemar membawa perubahan besar dalam sistem pemerintahan Indonesia. Secara bertahap, kekuasaan Presiden Soekarno mulai beralih kepada Suharto yang kemudian menjadi pemimpin nasional dalam masa pemerintahan yang dikenal sebagai Orde Baru Indonesia.
Hingga kini, peristiwa Supersemar tetap menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Selain menjadi titik balik perubahan politik nasional, peristiwa ini juga sering menjadi bahan kajian para sejarawan dan akademisi untuk memahami dinamika politik Indonesia pada masa tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....