Sejarah 8 Maret Hari Perempuan Internasional di Dunia
- 08 Mar 2026 04:33 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Setiap tanggal 8 Maret, masyarakat dunia memperingati Hari Perempuan Internasional, sebuah momentum global untuk merayakan pencapaian perempuan sekaligus mengingat perjuangan panjang dalam meraih kesetaraan hak. Peringatan ini memiliki akar sejarah yang kuat dalam gerakan buruh dan perjuangan hak perempuan pada awal abad ke-20.
Dilansir dari laman National Today, Sejarah Hari Perempuan Internasional bermula dari aksi protes para pekerja perempuan di New York, Amerika Serikat, pada tahun 1908. Saat itu sekitar 15.000 perempuan turun ke jalan menuntut jam kerja yang lebih manusiawi, upah yang layak, serta hak pilih bagi perempuan. Aksi ini menjadi simbol awal bangkitnya gerakan perempuan yang menuntut keadilan sosial dan politik.
Setahun kemudian, pada 1909, Partai Sosialis Amerika menyelenggarakan Hari Perempuan Nasional pertama di Amerika Serikat. Gagasan untuk memperluas peringatan ini ke tingkat internasional muncul pada 1910 dalam Konferensi Perempuan Sosialis Internasional di Kopenhagen, Denmark. Aktivis perempuan asal Jerman, Clara Zetkin, mengusulkan agar ditetapkan satu hari khusus untuk memperjuangkan hak-hak perempuan di seluruh dunia. Usulan tersebut mendapat dukungan dari lebih dari 100 perempuan dari 17 negara.
Hari Perempuan Internasional pertama kali diperingati pada 1911 di beberapa negara Eropa, termasuk Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss. Pada saat itu, lebih dari satu juta orang berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang menuntut hak perempuan untuk bekerja, memperoleh pendidikan, serta hak untuk berpartisipasi dalam proses politik.
Tanggal 8 Maret kemudian semakin kuat dikaitkan dengan gerakan perempuan setelah demonstrasi besar yang dilakukan perempuan di Rusia pada 1917. Dalam aksi yang menuntut “roti dan perdamaian” di tengah Perang Dunia I, para perempuan memprotes kondisi ekonomi dan perang yang berkepanjangan. Aksi tersebut menjadi salah satu pemicu Revolusi Rusia 1917.
Seiring berjalannya waktu, peringatan Hari Perempuan Internasional semakin meluas ke berbagai negara. Pada 1975, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mulai memperingati Hari Perempuan Internasional sebagai bagian dari upaya global untuk mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
Kini, setiap 8 Maret diperingati di berbagai belahan dunia melalui seminar, kampanye sosial, diskusi publik, hingga penghargaan bagi perempuan yang memberikan kontribusi penting bagi masyarakat. Hari ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk kesetaraan hak dan kesempatan bagi perempuan masih terus berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....