Fenomena Gelandangan dan Pengemis Anak-anak di Ambon, Korban Eksploitasi

  • 06 Mar 2026 17:29 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Persoalan gelandangan dan pengemis (gepeng) di kota Ambon masih menjadi perhatian serius, terutama dengan banyaknya anak-anak yang terlibat bahkan menjadi korban eksploitasi. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk menangani permasalahan ini.

Jumlah gepeng di kota Ambon terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, meskipun telah dilakukan penertiban berkali-kali. Kondisi yang lebih memprihatinkan adalah sebagian besar gepeng di area publik adalah anak-anak di bawah umur, mirisnya anak-anak ini disuruh oleh orang tua sendiri untuk mengemis, bahkan ada oknum yang mengeksploitasi mereka untuk kepentingan pribadi, termasuk melakukan tindak kekerasan dan meminta hasil dari pengemisannya.

Sebelumnya, pada Januari 2024, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon Jhon Slar Manat telah menegaskan bahwa eksploitasi anak dalam permasalahan gepeng harus segera dihentikan karena melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak. Dia juga mengimbau warga serta RT/RW untuk melaporkan jika menemukan tindakan eksploitatif tersebut agar dapat ditindaklanjuti.

Dari pantauan RRI Jumat 6 Maret 2026, fenomena ini masih terlihat ditengah aktifitas masyarakat kota ambon. Meskipun aksi penertiban dan pembinaan yang gencar dilakukan pemerintah melalui dinas sosial kota ambon, namun masih ditemui gepeng dikawasan jl. Kapten Pirere Tandean tepatnya disalah satu gerai alfamidi sedang tertidur pulas. Hal ini tentu menjadi perhatian bagi setiap warga kota yang sedang melintas dikawasan tersebut.

Arni salah satu warga yang ditemui media ini jumat sore mengaku prihatin dengan kondisi ini, anak diusia yang harusnya duduk dibangku pendidikan itu terpaksa menghadapi hidup yang penuh tantangan. "Beta kasiang lia dong ini, disatu sisi dong musti cari makan sandiri, tapi disisi lain jua dong biking rusak citra kota ambon". Tegas arni dalam dialeg ambon

Menurutnya, hal ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi menjadi tanggung jawab penuh orang tua. Pemerintah tentu akan menyediakan sarana, berupa pembinaan, dan bantuan bagi mereka yang tidak berkecukupan. Namun orang tua yang harus lebih berperan penting dalam memberikan perhatian, kasih sayang orang tua, serta edukasi dari lingkup keluarga.

"Jadi yang punya peran penting itu orang tua, karena sudah sepatutnya anak-anak itu mendapat perhatian, kasih sayang, serta edukasi bagi mereka" Tambah Arni

Diharapkan, fenomena ini dapat diatasi dengan kerja sama, serta berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, masyarakat, serta lembaga terkait, permasalahan gelandangan dan pengemis di kota ambon ini dapat teratasi secara efektif, terutama untuk melindungi setiap generasi penerus bangsa dari aksi eksploitasi, agar dapat memberikan masa depan yang layak bagi mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....