Bidadari Halmahera, Satwa Endemik yang Dilindungi

  • 01 Mar 2026 11:56 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon - Burung Bidadari Halmahera atau yang dikenal dengan nama ilmiah Semioptera wallacii merupakan salah satu satwa endemik yang menjadi kebanggaan Maluku Utara. Burung ini termasuk dalam keluarga cenderawasih dan hanya dapat ditemukan di Pulau Halmahera dan sekitarnya. Keindahan bulu serta keunikannya menjadikan spesies ini sangat istimewa di mata para pecinta burung dan peneliti.

Bidadari Halmahera berukuran sedang dengan panjang sekitar 28 sentimeter. Burung jantan memiliki ciri khas yang sangat mencolok, yakni mahkota berwarna ungu dan ungu pucat mengkilat serta pelindung dada berwarna hijau zamrud. Keistimewaan lainnya adalah dua pasang bulu putih panjang yang keluar melengkung dari sayapnya dan dapat ditegakkan saat menarik perhatian betina.

Sementara itu, burung betina memiliki tampilan yang lebih sederhana. Warna bulunya cenderung cokelat zaitun dengan ukuran tubuh sedikit lebih kecil dibandingkan burung jantan. Meski tidak semencolok jantan, betina tetap memiliki pesona tersendiri sebagai bagian penting dalam menjaga kelestarian spesies ini.

Sebagai salah satu jenis cenderawasih, Bidadari Halmahera memiliki peran penting dalam ekosistem hutan tropis. Burung ini membantu penyebaran biji-bijian dari buah yang dikonsumsinya, sehingga berkontribusi terhadap regenerasi hutan. Keberadaannya juga menjadi indikator kesehatan lingkungan hutan di wilayah Halmahera.

Saat ini, Bidadari Halmahera berstatus satwa yang dilindungi dan dilarang untuk diperdagangkan. Ancaman terhadap kelangsungan hidupnya antara lain perburuan liar dan kerusakan habitat akibat pembukaan lahan. Oleh karena itu, upaya konservasi dan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestariannya.

Melalui edukasi dan perlindungan yang berkelanjutan, diharapkan Bidadari Halmahera tetap lestari dan dapat dinikmati keindahannya oleh generasi mendatang. Keberadaan burung ini bukan hanya menjadi simbol kekayaan hayati Indonesia, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk menjaganya dari ancaman kepunahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....