Kasuari Satwa Endemik yang Terancam dan Perlu Perlindungan

  • 01 Mar 2026 11:36 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon - Burung kasuari (Casuarius casuarius) merupakan salah satu satwa endemik yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis. Dengan tubuh besar, bulu hitam lebat, serta tanduk keras di bagian kepala, kasuari dikenal sebagai burung darat terbesar kedua di dunia setelah burung unta. Keberadaannya banyak ditemukan di kawasan hutan hujan tropis, termasuk di wilayah Papua dan sebagian Maluku.

Berdasarkan data konservasi internasional, kasuari masuk dalam kategori rentan hingga hampir terancam punah. Populasi liar burung ini terus mengalami penurunan akibat hilangnya habitat alami dan perburuan liar. Kondisi tersebut menjadi perhatian berbagai pihak, mengingat kasuari memiliki peran penting sebagai penyebar biji alami yang membantu regenerasi hutan.

Di Indonesia dan Papua Nugini, kasuari termasuk satwa yang dilindungi. Upaya perlindungan dilakukan melalui pengawasan populasi di kawasan lindung, pembatasan perburuan, serta pelibatan masyarakat dalam program konservasi berbasis komunitas. Edukasi kepada warga sekitar hutan juga terus digencarkan agar masyarakat turut menjaga kelestarian satwa ini.

Secara alami, kasuari hidup di hutan hujan dataran rendah. Di wilayah Maluku, populasi kasuari gelambir ganda dapat ditemukan di Pulau Seram. Selain itu, persebarannya juga mencakup wilayah Australia bagian utara dan Papua. Habitat yang lebat dan dekat dengan sumber air menjadi tempat favorit bagi burung ini untuk bertahan hidup.

Dalam hal makanan, kasuari tergolong omnivora. Mereka mengonsumsi berbagai jenis buah-buahan dan biji-bijian sebagai pakan utama. Selain itu, kasuari juga memakan serangga, tumbuhan kecil, hingga hewan kecil seperti udang dan ikan yang ditemukan di sekitar aliran sungai di dalam hutan

Dengan berbagai ancaman yang dihadapi, pelestarian kasuari membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah, lembaga konservasi, serta masyarakat diharapkan dapat bersinergi menjaga habitat alami dan menghentikan praktik perburuan liar. Keberadaan kasuari bukan hanya menjadi kekayaan hayati, tetapi juga simbol penting kelestarian hutan tropis Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....