MCC Bagikan 1.350 Anakan Pohon, Dukung Iklim Maluku
- 28 Feb 2026 17:48 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon- Sebanyak 1.350 anakan pohon produktif dibagikan kepada masyarakat sebagai bagian dari penguatan ketahanan iklim di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Maluku oleh LSM Moluccas Coastal Care (MCC) bersama PLN Peduli dan ewang Muda Maluku.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan bawah JMP, Jl. Sultan Hasanuddin, Hative Kecil, ecamatan Sirimau, Kota Ambon ini mengusung tema “Satu Rumah, Satu Pohon, Satu harapan”.
Ribuan bibit terdiri dari 500 anakan Cengkeh Raja, 500 Langsat, 150 Pala, 200 Lenggua.
Anakan pohon tersebut merupakan bantuan dari BPDAS Wae Batu Merah (BPDAS WBM) sebagai bentuk dukungan terhadap rehabilitasi lahan dan penguatan ekosistem i Maluku.
Tercatat sebanyak 97 warga mengambil anakan untuk ditanam di Negeri Oma, Hatalae, Lateri, utumuri, Saparua, Kebun Cengkeh, Pelauw, Passo, Waai, Tawiri, Tulehu, dan Mamala.

Teria Salhuteru selaku Ketua MCC menjelaskan, perubahan Iklim mengancam Pulau Kecil sebagai daerah kepulauan, Maluku sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Kenaikan permukaan laut, abrasi pantai, cuaca ekstrem, serta menurunnya produktivitas lahan menjadi ancaman nyata bagi pulau-pulau kecil yang memiliki ruang dan daya dukung terbatas.
"Jika tidak diantisipasi, krisis iklim dapat mempercepat kerusakan ekosistem dan melemahkan sumber penghidupan masyarakat,"kata Salhuteru.
Penanaman pohon produktif menjadi langkah nyata adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Selain meningkatkan serapan karbon dan menjaga kualitas lingkungan, pohon juga membantu penahanan erosi, memperbaiki struktur tanah, serta memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi keluarga.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari inisiatif “Roots of Energy”, sebuah gerakan kolaboratif yang menanamkan kesadaran bahwa energi masa depan tidak hanya berasal dari listrik, tetapi juga dari akar-akar pohon yang menjaga tanah, air, dan kehidupan.
"Melalui pendekatan ini, penghijauan tidak hanya dipandang sebagai kegiatan tanam pohon, tetapi sebagai investasi ekologis dan sosial bagi generasi mendatang. Akar yang tumbuh hari ni adalah sumber kekuatan pulau di masa depan.

Salhuteru juga menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar pembagian bibit.
"Pulau kecil memiliki keterbatasan ruang dan sumber daya. Setiap pohon yang di tanam adalah perlindungan lingkungan sekaligus investasi ekonomi keluarga. Ini adalah bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim berbasis komunitas,"ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat terlibat aktif dalam gerakan menjaga pesisir dan pulau-pulau kecil Maluku.
"Satu rumah menanam satu pohon berarti satu keluarga ikut menjaga masa depan pulau,"tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....