Rabu Abu 18 Februari Awal Masa Prapaskah
- 18 Feb 2026 12:41 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Rabu Abu menjadi penanda dimulainya Masa Prapaskah bagi umat Katolik di seluruh dunia. Pada tahun 2026 ini, Rabu Abu jatuh pada Rabu, 18 Februari. Perayaan ini berlangsung 40 hari sebelum Hari Raya Paskah dan menjadi momen penting untuk memasuki masa pertobatan, refleksi diri, serta pembaruan iman. Pada hari ini, umat menerima tanda abu di dahi berbentuk salib sebagai simbol pertobatan.
Secara historis, penggunaan abu sebagai tanda penyesalan telah dikenal sejak zaman Perjanjian Lama. Dalam tradisi Yahudi, abu melambangkan dukacita, kerendahan hati, dan pertobatan di hadapan Tuhan. Praktik ini kemudian diadopsi oleh Gereja perdana sebagai bagian dari disiplin tobat bagi umat yang melakukan dosa berat.
Pada abad-abad awal Kekristenan, mereka yang menjalani pertobatan publik akan mengenakan pakaian kabung dan ditaburi abu sebagai tanda penyesalan sebelum akhirnya diterima kembali dalam persekutuan Gereja menjelang Paskah. Seiring perkembangan waktu, tradisi ini tidak lagi terbatas pada kelompok tertentu, melainkan diberlakukan bagi seluruh umat sebagai awal Masa Prapaskah.
Sekitar abad ke-8 hingga ke-11, Rabu Abu secara resmi menjadi bagian dari kalender liturgi Gereja Katolik. Sejak saat itu, perayaan ini dirayakan secara luas dan menjadi momentum tahunan yang sarat makna spiritual bagi umat beriman di berbagai belahan dunia.
Abu yang digunakan pada Rabu Abu umumnya berasal dari pembakaran daun palma yang telah diberkati pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya. Saat penerimaan abu, imam akan mengucapkan salah satu dari dua kalimat liturgis, yakni “Ingatlah, engkau berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu” atau “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.”
Masa Prapaskah yang diawali dengan Rabu Abu berlangsung selama 40 hari, tidak termasuk hari Minggu. Angka 40 memiliki makna simbolis dalam Kitab Suci, antara lain merujuk pada 40 hari Yesus berpuasa di padang gurun serta 40 tahun perjalanan bangsa Israel di padang gurun sebelum memasuki Tanah Terjanji.
Melalui perayaan Rabu Abu 18 Februari 2026 ini, Gereja kembali mengajak umat untuk memperdalam kehidupan rohani melalui doa, puasa, dan amal kasih. Momentum ini menjadi kesempatan bagi setiap orang untuk memperbaiki diri, mempererat relasi dengan Tuhan, serta mempersiapkan hati menyambut sukacita kebangkitan Kristus pada Hari Raya Paskah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....