Hari Persaudaraan Manusia Internasional Simbol Perdamaian Dunia
- 03 Feb 2026 14:23 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Hari Persaudaraan Manusia Internasional diperingati setiap tanggal 4 Februari sebagai momentum global untuk meneguhkan nilai persatuan, toleransi, dan perdamaian antarumat manusia. Peringatan ini menjadi pengingat penting bagi dunia akan perlunya hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman agama, budaya, dan latar belakang sosial.
Dilansir dari laman National Today, Sejarah Hari Persaudaraan Manusia Internasional berawal dari peristiwa bersejarah yang terjadi pada 4 Februari 2019 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pada tanggal tersebut, Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Sheikh Ahmed El-Tayeb menandatangani sebuah dokumen penting yang menekankan persaudaraan dan perdamaian dunia.
Dokumen yang diberi judul Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together itu berisi seruan untuk menjunjung tinggi martabat manusia, menolak kekerasan dan ekstremisme, serta mendorong dialog antaragama. Dokumen ini dipandang sebagai tonggak penting dalam upaya membangun harmoni global.
Berdasarkan semangat dan nilai yang terkandung dalam dokumen tersebut, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Desember 2020 secara resmi menetapkan tanggal 4 Februari sebagai Hari Persaudaraan Manusia Internasional. Penetapan ini mendapat dukungan luas dari negara-negara anggota PBB.
Peringatan ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran masyarakat dunia bahwa perdamaian hanya dapat tercapai melalui saling pengertian, rasa hormat, dan kerja sama lintas perbedaan. Hari ini juga menegaskan bahwa setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai sesama penghuni bumi.
Setiap tahunnya, Hari Persaudaraan Manusia Internasional diperingati melalui berbagai kegiatan, seperti dialog lintas agama, seminar perdamaian, kegiatan sosial, serta kampanye pendidikan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Melalui peringatan Hari Persaudaraan Manusia Internasional, dunia diharapkan mampu membangun masa depan yang lebih inklusif, adil, dan damai, serta memperkuat rasa persaudaraan sebagai fondasi kehidupan bersama umat manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....