Hari Pompa ASI Sedunia, Apresiasi Perjuangan Ibu Menyusui
- 26 Jan 2026 20:30 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Hari Pompa ASI Sedunia atau World Breast Pumping Day diperingati setiap tanggal 27 Januari. Peringatan ini menjadi momen penting untuk mengapresiasi perjuangan para ibu yang memilih atau harus memompa ASI demi memenuhi kebutuhan nutrisi bayi mereka. Tidak hanya ibu bekerja, peringatan ini juga mencakup ibu yang menghadapi tantangan medis atau kondisi tertentu dalam proses menyusui. Dedikasi dan ketekunan para ibu tersebut dinilai layak mendapat pengakuan secara global.
Mengutip National Today, Hari Pompa ASI Sedunia pertama kali diperkenalkan sekitar tahun 2017. Peringatan ini digagas oleh Wendy Armbruster bersama komunitas pendukung menyusui. Tujuannya adalah memberikan ruang apresiasi bagi ibu yang melakukan pumping ASI secara rutin. Proses ini kerap membutuhkan komitmen waktu, tenaga, dan konsistensi yang tidak ringan.
Memompa ASI bukan sekadar aktivitas teknis, melainkan bagian dari perjuangan emosional dan fisik seorang ibu. Para ibu harus mengatur jadwal pumping yang ketat di sela aktivitas harian. Selain itu, perawatan alat pompa ASI juga membutuhkan perhatian khusus agar tetap higienis dan aman. Tantangan ini semakin besar ketika ibu harus menyeimbangkan peran sebagai pekerja dan pengasuh anak.
Sejarah pompa ASI sendiri telah dimulai sejak abad ke-19. Pada awalnya, pompa ASI digunakan sebagai alat medis untuk membantu kondisi tertentu pada ibu menyusui. Seiring perkembangan teknologi, pompa ASI kini menjadi perangkat penting dalam mendukung pemberian ASI eksklusif. Keberadaan alat ini membantu memastikan bayi tetap mendapatkan nutrisi optimal meski ibu tidak bisa menyusui secara langsung.
Peringatan Hari Pompa ASI Sedunia juga bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya ASI eksklusif. ASI dinilai sebagai sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung antibodi dan zat gizi esensial. Selain itu, kampanye ini menyoroti hak ibu menyusui di tempat kerja. Fasilitas pendukung seperti ruang laktasi dan waktu khusus pumping menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.
Melalui berbagai kampanye dan advokasi, World Breast Pumping Day mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif. Lingkungan kerja diharapkan dapat memberikan dukungan nyata bagi ibu menyusui. Tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga dari pemahaman rekan kerja dan atasan. Upaya ini penting untuk mengurangi stigma terhadap ibu yang memompa ASI di ruang publik maupun kantor.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa pemberian ASI adalah tanggung jawab bersama, bukan semata beban ibu. Dukungan keluarga, lingkungan, dan perusahaan sangat menentukan keberhasilan proses menyusui. Dengan apresiasi dan kebijakan yang tepat, ibu dapat menjalani perannya dengan lebih tenang dan bermartabat. Hari Pompa ASI Sedunia pun hadir sebagai simbol penghormatan atas cinta dan pengorbanan para ibu bagi generasi masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....