PBB Serukan Pentingnya Toleransi Dalam Peringatan 16 November

  • 16 Nov 2025 06:48 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Masyarakat internasional kembali memperingati Hari Toleransi Sedunia atau International Day for Tolerance, yang jatuh setiap tanggal 16 November. Peringatan ini menjadi momentum global untuk menegaskan komitmen dunia terhadap pentingnya hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman budaya, agama, dan pandangan politik.

Hari Toleransi Sedunia pertama kali ditetapkan pada 1995, ketika UNESCO mengadopsi Declaration of Principles on Tolerance. Deklarasi tersebut lahir sebagai respons atas meningkatnya intoleransi, kekerasan, dan konflik etnis di berbagai belahan dunia pada awal hingga pertengahan dekade 1990-an. Melalui deklarasi tersebut, UNESCO menegaskan bahwa toleransi bukan sekadar sikap pasif, melainkan kewajiban moral dan sosial untuk menghormati perbedaan dan menjunjung hak asasi manusia.

Setahun kemudian, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan tanggal 16 November sebagai International Day for Tolerance. PBB mengimbau seluruh negara anggota untuk mengembangkan pendidikan yang menumbuhkan nilai toleransi, menolak segala bentuk diskriminasi, dan memperkuat budaya dialog sebagai dasar terciptanya perdamaian dunia.

Peringatan tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari seminar lintas budaya, lokakarya pendidikan perdamaian, kampanye anti-diskriminasi, hingga diskusi publik terkait isu keberagaman dan inklusivitas. Di sejumlah negara, lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat menggelar program khusus untuk mengajak generasi muda memahami pentingnya menghargai perbedaan.

Dalam pesannya, para pemimpin dunia menekankan bahwa toleransi semakin dibutuhkan di tengah meningkatnya ujaran kebencian, polarisasi sosial, dan konflik global. Hari Toleransi Sedunia diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa perdamaian hanya dapat dicapai bila masyarakat mampu membuka ruang dialog dan menerima perbedaan sebagai kekuatan, bukan ancaman.

Dengan peringatan 16 November setiap tahunnya, dunia diharapkan terus memperkuat komitmen untuk membangun masyarakat yang damai, inklusif, dan saling menghormati, demi masa depan yang lebih harmonis bagi semua kalangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....