Mahasiswa Sesalkan Insiden Tawuran di Kampus UKIM

  • 06 Nov 2025 12:58 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Insiden tawuran antar mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik di Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Talake, Kota Ambon, memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa sendiri.

Mahasiswa UKIM, Petra Pattiwaelapia, mendesak rektorat mengambil tindakan tegas, mulai dari skorsing hingga pemecatan, terhadap para pelaku kekerasan untuk menciptakan efek jera.

“Kalau bisa, sanksi administratif harus dijalankan, para pelaku kekerasan harus mendapat teguran nyata dari rektorat agar ada efek jera. Misalnya skorsing dan pemecatan sesuai dengan aturan kampus yang berlaku,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa insiden tawuran yang terjadi pada Selasa, (4/11/2025), sebagai akumulasi dari masalah internal yang tidak diselesaikan secara tuntas oleh pihak universitas.

“Sebenarnya ini dimulai dari akumulasi masalah yang tidak diselesaikan secara tuntas oleh universitas sampai terjadi insiden tawuran antar mahasiswa,” ujarnya.

Ia menyarankan langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini, tujuannya agar masalah internal tidak meluas menjadi konstalasi massa, bahkan melebar hingga melibatkan masyarakat luar.

Sebelumnya, di media sosial Facebook, viral dengan suasana di UKIM yang sempat tegang setelah aksi pemukulan berujung pada saling serang menggunakan batu antara mahasiswa Hukum dan Teknik pada Selasa, (4/11/2025), sekitar pukul 12.55 WIT.

Insiden ini, yang merupakan rentetan dari perselisihan yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya. Pasca-tawuran, aktivitas perkuliahan di UKIM telah kembali normal sehari setelah insiden.

Meski demikian, sebagai langkah antisipasi dan menjaga kondusivitas, Rektorat UKIM telah mengeluarkan kebijakan penyesuaian jadwal kuliah selama sepekan ke depan.

Kebijakan ini diambil untuk mencegah terulangnya insiden dan memastikan lingkungan akademik tetap aman bagi seluruh civitas akademika.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....