Gerakan Pramuka, 64 Tahun: Ikrar Penyatu Bangsa
- 30 Jul 2025 08:28 WIB
- Ambon
KBRN,Ambon: Setiap 30 Juli, Indonesia memperingati Hari Ikrar Gerakan Pramuka, sebuah tonggak penting dalam sejarah gerakan kepanduan nasional. Hari ini menjadi penanda lahirnya semangat persatuan, ketika puluhan organisasi kepanduan di Indonesia sepakat melebur ke dalam satu wadah yaitu Gerakan Pramuka.
Sebelum tahun 1961, dunia kepanduan Indonesia terpecah ke dalam lebih dari 60 organisasi kepanduan yang berdiri sendiri-sendiri. Keberagaman ini justru menimbulkan kekhawatiran terhadap efektivitas pembinaan generasi muda dan potensi perpecahan di kalangan pemuda Indonesia.
Presiden Soekarno kemudian mengambil langkah strategis untuk menyatukan gerakan kepanduan dalam satu organisasi nasional. Upaya ini mencapai puncaknya pada 30 Juli 1961, saat para pemimpin organisasi kepanduan dari berbagai penjuru tanah air dikumpulkan di Istana Negara, Jakarta dan mengucapkan ikrar bersama.
Ikrar tersebut menyatakan bahwa seluruh organisasi kepanduan sepakat untuk melebur ke dalam satu wadah tunggal yaitu Gerakan Pramuka, yang akan menjadi organisasi kepanduan satu-satunya di Indonesia. Momen inilah yang kemudian dikenal sebagai Hari Ikrar Pramuka.
Selanjutnya, pada 14 Agustus 1961, Presiden Soekarno secara resmi melantik kepengurusan Gerakan Pramuka sekaligus meresmikan berdirinya organisasi tersebut secara nasional. Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Pramuka, yang hingga kini diperingati setiap tahun.
Hingga kini, Gerakan Pramuka tetap menjadi salah satu organisasi pembinaan generasi muda terbesar di Indonesia. Melalui kegiatan yang berbasis pendidikan nonformal, Pramuka terus mengajarkan nilai-nilai dasar seperti kemandirian, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.
Peringatan Hari Ikrar Pramuka tahun ini digelar serentak di berbagai daerah, dengan kegiatan apel kehormatan, diskusi sejarah kepanduan, hingga aksi sosial yang melibatkan seluruh anggota Pramuka dari berbagai tingkatan.
Semangat dari ikrar 64 tahun lalu itu terus dihidupkan hingga hari ini, sebagai pengingat bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh semangat, persatuan, dan karakter para pemudanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....