Rutin Setor PNBP, Lapas Wahai Buktikan Keberhasilan Pembinaan
- 18 Sep 2026 18:25 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendapatan negara. Melalui optimalisasi program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan, Lapas Wahai secara konsisten menyetorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke kas negara secara berkala, yang dilakukan pada Jumat 18 September 2026.
Setoran PNBP ini bersumber dari kegiatan ketahanan pangan yang dikelola oleh Warga Binaan di bawah pengawasan jajaran pembinaan, yakni dari sektor pertanian, dan perkebunan.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bentuk nyata keberhasilan transformasi pembinaan di dalam Lapas. "Kami tidak hanya fokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja yang bernilai ekonomis. Rutinitas penyetoran PNBP ini menjadi bukti bahwa Warga Binaan sanggup berproduksi dan memberikan kontribusi langsung bagi negara," tegas Tersih.
Senada, salah satu Staf Subseksi Pembinaan Frans Tepal, menjelaskan teknis pelaksanaan program kemandirian yang terus dipacu kualitas produknya agar berkualitas dan memiliki daya saing pasar. "Setiap proses dan tahapan kegiatan dikerjakan langsung oleh Warga Binaan yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Hasil penjualan produk dari beberapa kali panen selama tiga bulan terakhir tersebut kemudian dipotong untuk premi Warga Binaan sebagai upah kerja mereka, dan sisanya 15% disetorkan sebagai PNBP sesuai dengan regulasi yang berlaku," ujar Frans.
Sementara itu, Bendahara Lapas, La Ramli, menegaskan tata kelola keuangan hasil produksi program kemandirian disalurkan secara akuntabel dan tepat waktu ke kas negara. "Seluruh mekanisme penerimaan dan penyetoran PNBP hasil kegiatan kemandirian Warga Binaan kami proses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Penyetoran dilakukan secara berkala melalui sistem penerimaan negara elektronik untuk memastikan kelancaran, transparansi, serta akuntabilitas pertanggungjawaban keuangan negara di Lapas Wahai," ungkap La Ramli.
Capaian positif yang ditunjukkan Lapas Wahai ini mendapat apresiasi penuh dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.
Ia menilai keberhasilan ini patut menjadi contoh bagi Satuan Kerja Pemasyarakatan lainnya di wilayah Maluku.
"Apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Lapas Wahai yang terus produktif. Penyertaan PNBP secara rutin ini membuktikan bahwa pembinaan kemandirian berjalan efektif dan berdampak nyata. Saya berharap semangat ini terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga Lapas bukan lagi sekadar tempat pembinaan, tetapi juga pusat produktivitas yang berdampak positif bagi negara maupun bekal Warga Binaan saat kembali ke masyarakat nanti," harap Ricky.
Melalui konsistensi ini, Lapas Wahai optimistis target penerimaan negara dari sektor pemasyarakatan dapat terus tercapai dan berkesinambungan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....