Musim Kemarau & Angin Kencang, Status Siaga Karhutla Maluku Diperpanjang

  • 08 Sep 2026 09:03 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Peringatan dini yang dikeluarkan BMKG hari ini terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Maluku didorong oleh kombinasi faktor cuaca ekstrem, yaitu musim kemarau yang berkepanjangan dan potensi angin kencang .

Data BMKG menunjukkan bahwa hingga September 2026, sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Maluku, masih dilanda kondisi relatif kering dengan curah hujan rendah yang memicu kekeringan bahan bakar (dedaunan dan gambut) . Hal ini diperparah dengan analisis Initial Spread Index (ISI) di Maluku yang berada pada level Sedang hingga Sangat Tinggi. Indeks ini sangat sensitif terhadap kecepatan angin; setiap kenaikan kecepatan angin sebesar 13 km/jam dapat meningkatkan kecepatan rambatan api hingga dua kali lipat .

Kepala BMKG Stasiun Pattimura mengimbau agar masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan padang rumput dan alang-alang yang rawan terjadi head fire atau api cepat menjalar akibat angin . BMKG mengingatkan bahwa produk SPARTAN ini hanyalah alat mitigasi dan masyarakat diharapkan mengikuti perkembangan cuaca terkini serta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pemanfaatan data ini . Masyarakat juga diimbau untuk mengakses informasi cuaca dan peringatan dini melalui laman resmi BMKG .

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....