Lapas Geser Panen 90 Ikat Kangkung Hidroponik Modifikasi, Dukung Ketahanan Pangan

  • 26 Agt 2026 08:13 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser kembali menunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian bagi para warga binaan. Melalui pemanfaatan lahan dengan metode hidroponik modifikasi, warga binaan berhasil memanen 90 ikat kangkung segar yang berkualitas dan siap dikonsumsi, Rabu 26 Agustus 2026.

Kegiatan panen bersama ini berlangsung antusias, diikuti oleh petugas, peserta magang, serta salah seorang warga yang konsisten mendukung program ini.

Dari total 90 ikat hasil panen, sebanyak 30 ikat dibeli langsung oleh warga untuk dipasarkan di Pasar Geser. Sementara itu, sisanya dibeli oleh petugas serta dimanfaatkan sebagai bahan makanan bernutrisi bagi para warga binaan melalui penyedia bahan makanan.

Kasubsi Pembinaan, Junaidi Laisouw, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen berkelanjutan dalam membangun kemandirian warga binaan sekaligus berkontribusi nyata pada ketahanan pangan.

“Panen kangkung hidroponik ini adalah bukti konsistensi keberhasilan program pembinaan kemandirian di Lapas Geser. Kami ingin memastikan warga binaan memiliki keterampilan produktif yang berdampak positif, baik untuk lingkungan dalam lapas maupun untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat sekitar,” ujar Junaidi Laisouw.

Apresiasi juga datang dari peserta Magang, Sahrul Sidik Keli Keli, yang ikut serta dalam proses panen.

Menurutnya, program pelatihan seperti ini memberikan nilai tambah besar bagi pengembangan potensi daerah dan pembekalan keterampilan warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, kami belajar langsung cara menghasilkan sayuran segar yang bernilai jual, sekaligus menjadi sumber nutrisi baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas,” ungkap Sahrul.

Sementara itu Wabale, seorang warga lokal yang rutin memesan hasil panen Lapas Geser dalam jumlah banyak, mengungkapkan alasannya setia membeli kangkung hidroponik di Lapas Geser. Menurutnya, kualitas kangkung dari hasil budidaya warga binaan sangat segar, bersih, dan bebas pestisida berbahaya, sehingga sangat diminati pembeli di Pasar Geser.

Di tempat terpisah, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, mengapresiasi keaktifan dan kerja keras para warga binaan, serta pendampingan maksimal yang diberikan petugas.

Ia menegaskan bahwa program budidaya hidroponik hasil modifikasi ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang, melainkan sarana edukasi strategis untuk membekali warga binaan dengan keterampilan konkret.

“Harapannya, setelah bebas kelak, mereka memiliki keahlian yang mandiri, bermanfaat, dan memiliki nilai ekonomi tinggi saat kembali ke tengah masyarakat," tutur Nober Hasanda.

Melalui program pembinaan berbasis hasil nyata ini, Lapas Geser terus membuktikan komitmen dan peran aktifnya dalam mentransformasi warga binaan menjadi pribadi yang produktif. Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata pihak Lapas dalam mendukung penguatan program ketahanan pangan yang juga berdampak nyata bagi masyarakat sekit

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....