Selada Segar Hasil Panen Warga Binaan Lapas Ambon Sukses Tembus Swalayan Modern

  • 21 Agt 2026 08:02 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon- Wujud nyata pembinaan kemandirian di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembali berbuah manis. Sebanyak 30 ikat selada segar hasil kerja keras warga binaan sukses dipanen dan langsung didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan salah satu swalayan terkemuka di Kota Ambon, Kamis 20 Agustus 2026.

Kegiatan produktif ini bukan sekadar rutinitas bercocok tanam biasa. Langkah strategis tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap salah satu program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yakni mewujudkan kemandirian pangan melalui sektor pertanian.

Staf Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas, Muhammad Imbran, turun langsung mengawal pengiriman komoditas sayuran hidroponik tersebut menuju swalayan tujuan. Ia memastikan bahwa kualitas selada yang dikirimkan memenuhi standar pasar modern.

Imbran mengungkapkan bahwa produk dari tangan warga binaan ini memiliki kualitas yang sangat baik dan siap bersaing di pasaran.

"Kami memastikan selada yang dikirim hari ini dalam kondisi segar dan berkualitas tinggi. Sambutan dari pihak swalayan sangat positif karena sayuran lokal kita terbukti tidak kalah saing dengan produk dari luar," ujar Imbran.

Pihak swalayan pun menyambut baik kolaborasi ekonomi kreatif ini. Dian, salah satu pegawai swalayan di Kota Ambon, mengaku bangga bisa ikut memberdayakan produk lokal hasil karya warga binaan.

Dian menjelaskan bahwa pihak swalayan sangat mengapresiasi kehadiran produk dari Lapas karena selain segar, hal ini juga turut membantu memasarkan hasil karya warga binaan secara luas.

"Kami sangat senang bisa bekerja sama. Kualitas seladanya bagus, segar, dan langsung ludes diminati pembeli begitu dipajang di rak. Kami tentu terbuka untuk terus menampung hasil panen berikutnya," kata Dian.

Keberhasilan panen ini tentu tidak lepas dari ketekunan para warga binaan yang selama ini menjalani pelatihan keterampilan pertanian di dalam lapas.

Salah seorang warga binaan berinisial C menceritakan pengalaman serta kebanggaannya bisa terlibat aktif dalam program pembinaan kemandirian ini.

Warga binaan berinisial C menyatakan bahwa dirinya merasa bersyukur dan mendapatkan banyak ilmu baru tentang teknik bertanam yang baik selama menjalani masa pembinaan, sehingga ia merasa siap kembali ke masyarakat nanti berbekal keahlian ini.

"Selama di sini kami diajari cara merawat tanaman dengan benar dari mulai bibit sampai panen. Senang rasanya melihat sayuran yang kami tanam sendiri akhirnya bisa dibeli orang di swalayan. Ini jadi motivasi buat kami untuk terus berbuat positif," ungkap C dengan penuh semangat.

Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, seluruh hasil penjualan dari 30 ikat selada segar ini nantinya akan disetorkan sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Di sisi lain, bentuk apresiasi juga diberikan kepada para warga binaan yang terlibat berupa pembagian premi sebagai hak mereka atas kerja produktif yang telah dilakukan.

Sementara itu, Kepala Lapas Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman, memberikan apresiasi tinggi atas capaian jajarannya serta kerja keras para warga binaan.

Hendra menegaskan bahwa program ini adalah bukti bahwa lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai dapur pencetak sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat.

"Panen dan distribusi ke swalayan ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menggenjot kemandirian pangan. Kami ingin warga binaan memiliki keahlian yang bernilai ekonomis. PNBP negara terpenuhi, hak premi warga binaan juga kami berikan sebagai pelecut semangat mereka untuk terus berkarya," tegas Hendra.

Keberhasilan penyerapan produk pertanian warga binaan Lapas ke jaringan swalayan modern di Kota Ambon ini diharapkan menjadi momentum berkelanjutan. Melalui sinergi yang kuat antara pembinaan di dalam lapas dan dukungan pasar luar, program kemandirian pangan ini diyakini mampu melahirkan insan-insan pemasyarakatan yang mandiri, produktif, serta siap berkontribusi positif bagi pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....